Friday, August 31, 2007

Tersenyumlah



Jiwa yang sentiasa tersenyum akan melihat kesulitan dengan tenang sambil berusaha mengatasinya. Jika mereka melihat sebuah persoalan, mereka tersenyum. Mereka turut tersenyum ketika sedang berusaha mengatasi persoalan dan tetap tersenyum ketika mampu mengatasinya. Sebaliknya, jiwa yang muram akan melihat kesulitan dan kesedihan. Setiap kali menemui kesulitan, ia akan meninggalkannya atau membesar-besarkanny a, semangatnya mulai lemah dan membuat dalih dengan kata-kata:”kalau… .” “bila…” dan “jika…”.

Akhirnya, ia akan menyalahkan waktu, padahal waktu yang diumpatnya merupakan ciptaannya sendiri, yang berasal dari emosi dan kebiasaan buruknya. Dia menginginkan kejayaan di dunia ini, tetapi anehnya dia tidak mahu membayar harganya. Orang seperti ini ibarat seseorang yang hendak berjalan tetapi selalu dibayangi oleh seekor singa yang siap menerkam dirinya dari belakang.

Akibatnya, ia hanya menunggu langit menurunkan emasnya atau bumi mengeluarkan kandungan harta karunnya. Kesulitan-kesulitan ini merupakan perkara yang relatif. Yakni, segala sesuatu akan terasa sulit bagi jiwa yang kerdil, tapi bagi jiwa yang besar tiada istilah kesulitan baginya. Jiwa yang besar akan semakin besar kerana mampu mengatasi kesulitan-kesulitan itu. Sementara jiwa yang kecil akan semakin sakit kerana sering melarikan diri dari kesulitan itu.

Sesungguhnya kesulitan itu ibarat anjing yang liar. Apabila ia melihat anda, kemudian anda ketakutan dan lari, tentu ia akan menyalak dan mengejar anda. Sebaliknya, bila ia memandang anda, tapi anda berpura-pura tidak memerhatikannya dan menyorokkan pandangan mata anda kepadanya, tentu dia akan menyingkir dan merasa takut.

Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Peningkatan Diri Anda Matlamat Kami
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Wednesday, August 29, 2007

Hidayah Milik Allah


Hidayah, betapa mahalnya ia jika dibicarakan dalam rentang hidup anak manusia. Terlebih jika hidayah itu datang secara tiba-tiba, tanpa ada rencana dan tidak ada proses untuk mendapatkan yang direka. la begitu saja datang lalu tergetarlah episod hidup yang penuh dengan taburan cahaya.

Hidayah Allah SWT itu tidak diberikan kepada manusia berdasarkan kedudukan, keluarga, pangkat, dan harta mereka. Melainkan hidayah dan cahaya Allah itu diberikan kepada orang yang dikehendaki oleh-Nya dan berhak untuk menerimanya. Hidayah Allah dikerahkan bagi orang yang memang ingin mencarinya dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya.

Siapa saja yang ditunjukkan oleh Allah sebuah hidayah di dalam hatinya, kemudian dia berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah, dia rela Allah sebagai Tuhannya, dan menjadikan Allah sebagai tujuannya, maka keredhaan-Nya telah dipancarkan ke dalam matanya dan Allah memberikannya suatu petunjuk.

Untuk mencapai hidayah itu bukan hanya dengan banyak beribadah, tetapi harus disertai dengan keimanan dalam hati. Bukanlah iman kalau hanya dengan menyendiri dan berangan-angan, tetapi iman adalah yang bersemayam di dalam hati dan direalisasikan dengan amal perbuatan. Kebanyakan orang yang ahli ibadah zaman sekarang ini salah persepsi ketika mereka mengira bahawa jalan untuk mencapai hidayah adalah dengan banyak beribadah. Sehingga, mereka mengada-adakan suatu ibadah yang tidak diajarkan oleh Allah dalam syari'atnya.

Sesungguhnya Allah mengetahui bahawa di dalam hatimu ada keinginan untuk
mendapatkan hidayah dan juga mengetahui apa yang tersembunyi di balik jiwamu bahawa kamu menginginkan- Nya. Kalau kamu bersungguh-sungguh mencari hidayah, pastilah Allah akan membukakan dan memberikan untukmu sesuatu yang tidak terlintas dalam hatimu. Janganlah di dalam kehidupan ini kamu kikir memberikan kemudahan, ilham, bimbingan, pemberian, cahaya dan keberkahan. Sesungguhnya Allah akan mendatangkan hidayah dari salah satunya.


.
Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com


Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Jangan Bersedih, Perbanyakkanlah Istighfar, Sesungguhnya Tuhan Kamu Maha Pengampun



Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam surah Nuh, ayat 10 -12:

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘ Mohon ampunlah kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Nescaya Dia akan menirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan perbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.”

Perbanyakkanlah istighfar, agar anda menemui jalan keluar, memperolehi ketenangan batin, rezeki yamh halal, zuriat yang soleh dan hujan lebat yang membawa berkah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam surah hud, ayat 3:

“Dan, hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya.(jika kamu mengerjakan yang demikian), nescaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya…”

Dalam sebuah hadith disebutkan:

"Barangsiapa memperbanyakkan istighfar, nescaya Allah akan menjadikan baginya untuk setiap kesempitan dan jalan keluar untuk setiap kesulitan.”

Anda harus banyak membaca Sayyidul Istighfar, sebagaimana termuat dalam hadith Shahih Al-Bukhari:

“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, Tiada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang telah menciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Aku berada dalam janji untuk mentaatiMu sejauh kemampuanku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang telah kuperbuat. Aku mensyukuri semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui semua dosa yang telah aku perbuat, maka ampunilah diriku kerana tiada lagi yang dapat mengampuni dosa, selain Engkau.”


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Image Hosted by ImageShack.us
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Tuesday, August 28, 2007

Jangan Bersedih, Kerana Kelapangan Pasti Datang



Dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Imam At-Tarmidzi disebutkan bahawa:

“Sebaik-baik ibadah adalah menunggu datangnya dari Allah (sambil bersabar tatkala tertimpa musibah).”

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“…bukankah Subuh itu sudah dekat?” (Hud: 81)

Bangkitlah segera, wahai orang-orang yang bersedih dan cemas. Sesungguhnya matahari telah terbit dan sambutlah kemenangan yang dianugerahkan oleh Yang Maha Memberi Kemenangan.

Pepatah Arab menyebutkan: “ Jika seutas tali sudah sangat meregang, nescaya ia akan segera putus!” Maksudnya: Apabila sesuatu persoalan semakin rumit, maka tunggulah jalan keluarnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“…barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (Ath-Thalaq: 2)

“…dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Allah akan menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya. (Ath-Thalaq: 4)

Pepatah lain menyebutkan:

Kepedihan akan selalu mendera
pada saatnya nanti pasti akan pergi.

Pepatah lain berkata:

Begitu banyak banyak orang lega
setelah putus asa mendera
begitu banyak pula orang berbahagia
setelah dia putus asa.
Siapa pun yang berprasangka baik
.
Kepada pemilik ‘Arasy
maka ia akan memetik buah manis
di tepi sungai yang jernih.

Dalam sebuah hadith Qudsi disebutkan:

”Aku sesuai prasangka hambaKu terhadap diriKu, maka silakan dia berprasangka terhadap dirKu sesuai dengan kehendaknya.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi tentang keimanan mereka dan telah meyakini bahawa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang AKmi kehendaki…” (Yusuf: 110)

“Maka sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. (Al-Insyirah: 5-6)

Sebahagian mufassirin berkata – sebahagian daripada mereka menganggap perkataan ini sebagai hadith:

“Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“… barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru.” (Ath-Thalaq: 1)

“…ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)

“… sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raf: 56)


Dalam sebuah hadith shahih disebutkan:

“Ketahuilah, bahawa pertolongan itu bersama dengan kesabaran dan kelapangan itu selalu bersama kesulitan.”


Seorang penyair berkata:

Jika persoalan terasa semakin menyesakkan
tunggulah datangnya kelegaan.
kerana sesuatu yang paling dekat
dengan persoalan yang menyesakkan
adalah kelegaan.

Penyair lain pula berkata:

Sungguh aku telah menahan diri
setelah Ibnu ‘Anbas,
sedangkan air mata
semakin mendesak untuk tercurah.
Kebahagiaan pasti tiba
orang yang jahat pasti tercela
segala keburukkan telah menimpa
saatnya kelegaan menjelma.


Penyair yang lain mengatakan:
Banyak mata terbelalak
sementara yang lain terpejam.
Di dunia nyata sesuatu bisa ada, bisa juga tiada.
Maka lemparkan sekuat tenaga kesedihan hatimu
sebab kesedihanmu
hanya akan membuatmu menjadi gila.
Sesungguhnya Tuhanmu telah menyiapkan
apa yang kau perlukan esok hari dan
kau akan menjumpai kecukupan itu
ketika kau menjalaninya.

Penyair lain pula mangatakan:

Biarkan segala sesuatu
mengalir seirama takdir.
Jangan sekali-kali kau tidur
kecuali tetap waspada.
Saat kau kerdipkan matamu kau akan tercengang
ternyata Allah telah mengubah keadaan.


Renungan

Jangan bersedih, kerana kesedihan itu akan membuat harta yang tersimpan di dalam gudang dan di istana-istana anda yang indah dan megah, dan di dalam kebun-kebun anda yang menghijau itu hanya akan menambahkan kesedihan, kedukaan dan keputusasaan anda sahaja

Jangan bersedih! Sesungguhnya ubat-ubatan yang diberikan oleh doktor, dan ubat yang dijual di farmasi, dan pemeriksaan seorang doktor tidak banyak membantu diri anda. Apalagi bila anda masih menanamkan kesedihan dalam hati, menggantungkan kesedihan di dalam kelopak mata, membiarkan diri anda untuk dimasuki kesedihan itu, dan menyusupkannya di bawah kulit, maka semua itu akan sia-sia.

Jangan bersedih! Kerana anda masih memiliki doa,anda bole bersimpuh di hadapan pintu-pintu Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon agar diberikan ketenangan. Anda juga masih memiliki waktu sepertiga akhir malam sebagai waktu mustajabah dan masih memiliki waktu untuk menyerahkan segalanya kepada Allah dalam sujud

Jangan bersedih! Kerana Allah telah menciptakan bumi dengan segala isinya untuk anda,telah menumbuhkan taman-taman yang memberikan permandangan indah, kebun-kebun yang berisi tumbuh-tumbuhan yang indah, rimbun dan taman-taman dengan tumbuh-tumbuhan yang indah untukmu, pohon-pohon kurma yang mempunyai mayang yang bersusun-susun dan menjulang tinggi, bintang-bintang yang bercahaya, hutan belantara dan sungai-sungai yang jernih mengalir. Mangapa anda masih bersedih?

Jangan bersedih! Kerana anda masih dapat meneguk air yang jernih, dapat menghirup udara yang segar, dapat berjalan di atas kedua kaki yang sihat, dan anda juga masih dapat tidur dengan nyenyak pada malam hari.


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Peningkatan Diri Anda Matlamat Kami
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Sunday, August 26, 2007

Jangan Bersedih, Setiap Sesuatu Telah Ada Qadha dan Qadarnya



Segala sesuatu itu akan terjadi sesuai dengan ketentuan qadha dan qadar. Ini merupakan keyakinan orang-orang Islam dan para pengikut setia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tiada sesuatu pun yang terjadi di dalam dunia ini, kecuali dengan sepengetahuan Allah, izinNya dan ketentuanNya.


” Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Loh Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadid: 22)

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (Al-Qamar: 49)

“Dan, sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan. Kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)

Dalam sebuah hadith disebutkan:
“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin! Semua urusannya mengandungi kabajikan baginya dan hal ini tidak berlaku bagi seorang pun, kecuali orang mukmin. Jika mendapat kegembiraan, ia bersyukur, maka ini baik baginya; dan jika ditimpa musibah, ia bersabar, maka ini pun baik baginya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Bila kamu hendak meminta, mintalah kepada Allah. Bila kamu hendak meminta tolong, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya seluruh manusia berkumpul untuk mendatangkan suatu manfaat kepadamu, nescaya mereka tidak dapat melakukannya, kecuali jika Allah telah menetapkan untukmu; dan sekiranya mereka berkumpul untuk dapat mendatangkan suatu mudarat kepadamu, nescaya tidak dapat melakukannya, kecuali jika Allah telah menetapkan untukmu pena telah diangkat dan lembaran telah mengering.”

Dalam sebuah hadith shahih yang lain disebutkan: “ Ketahuilah bahawa semua nikmat atau musibah yang telah ditetapkan Allah bakal mengenaimu, pasti tidak akan meleset darimu; dan semua nikmat atau musibah yang telah ditetapkan Allah bakal meleset darimu, pasti tidak akan mengenaimu.”

Juga diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “ Wahai Abu Hurairah, apa pun yang engkau temui, tinta (dakwat) telah mengering.” Baginda juga bersabda: “Segeralah melakukan hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Allah dan janganlah bersikap lemah. Jika kamu ditimpa musibah, janganlah berkata: ‘jikalau aku melakukan begini, tentu akan begini dan begitu’ ; tetapi katakanlah: ‘Apa yang telah ditakdirkan dan dikehendaki Allah, pasti terjadi.”

Dalam sebuah hadith shahih yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, baginda bersabda: “Allah tidak menerapkan qadha’ bagi seorang hamba, kecuali qadha’ itu baik bagi dirinya.”

Pernah sebuah pertanyaan tentang kemaksiatan dilontarkan kepada Syeikhul Islam Idnu Taimiyyah: “Apakah maksiat itu baik bagi seorang hamba?” dia menjawab: “Ya! Namun dengan demikian syarat dia harus menyesali, bertaubat, beristigfar dan menghentikan perbuatan itu.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bole jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Segala sesuatu telah Aku takdirkan silakan engkau mencela atau meninggalkan Aku. Takdir akan terus berjalan sebagaimana jarum menusuki lubang jahitan.


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com


Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Thursday, August 23, 2007

Jangan Bersedih, Tuhan Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat



Tidakkah cukup melegakan dada anda, menghilangkan kesedihan dan ketakutan anda, serta membahagiakan diri anda dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam surah Az-Zumar, ayat 53:

“Katakanlah : Hai hamba-hambaKu yang melapmaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.”

Allah menyapa orang-orang yang melampaui batas dengan kalimah: “Ya ‘ibaadii (Wahai hamba-hambaKu).” Adapun tujuannya, tidak lain adalah untuk menyatukan hati para hambaNya dan menyentuh perasaan mereka agar mendengarkan ayat tersebut dengan baik. Allah mengkhususkan panggilanNya itu untuk orang-orang yang melampaui batas kerana mereka merupakan golongan manusia yang paling banyak melakukan dosa dan kesalahan. Maka, bagaimana pula panggilan terhadap orang selain mereka yang juga sering melakukan kesalahan dan dosa?

Dalam ayat tersebut, Allah juga melarang hambaNya daripada berputus asa dalam memohon ampunan Allah. Allah mengkhabarkan pula bahawa Dia akan mengampuni semua dosa siapa saja yang bertaubat kepadaNya, baik dosa yang dikerjakan secara samara-samar mahupun yang terang-terangan. Seterusnya, Allah menyifati dirinya dengan dhamir mu’akkad (kata ganti untuk penegasan) dan “al” (lam ta’rif) yang menunjukkan kesempurnaan sifat, ketika Dia berfirman:

Tidakkah anda merasa gembira dan bahagia dengan firman Allah Subhanu wa Ta’ala:

“Dan, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak akan meneruskan perbuatan keji itu, sedangkan mereka mengetahui. “(Ali-‘Imran : 135)

Dan juga firmanNya:

“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampun kepada Allah, nescaya dia mendapati Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’: 110)

FirmanNya yang lain:

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, nescaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu) yang kecil dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga).” (An’Nisa’: 31)

FirmanNya yang lain:

“…sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’: 64)

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman, beramal soleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (Thaha: 82)

Tatkala Nabi Musa ‘Alaihissalam secara tidak sengaja membunuh seseorang, maka dia berkata:

“…Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, kerana itu ampunilah aku.” (Al-Qashash: 16)

Juga firman Allah Ta’ala yang menjelaskan tentang Nabi Daud ‘Alaihissalam setelah menyatakan taubatnya dan Allah Ta’ala mengampuninya:

“Maka Kami ampuni baginya kesalahan itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang sangat dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.” (Shad: 25)

Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengasih dan Maha Mulia! Bagaimana tidak, Dia masih menawarkan rahmat dan magfirahNya kepada orang-orang yang mereka yakini triniti (Allah itu salah satu dari Tuhan yang tiga). Firman Allah Ta’ala tentang mereka:

“Sesungguhnya kafirlah orang yang mengatakan :’ Bahawasanya Allah adalah salah satu daripada yang tiga’, padahal sekali-kali tidak tidak ada llah lain selain Allah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya! Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ma’idah: 73-74)

Dalam sebuah hadith shahih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Allah Tabaarakawa Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, selama kalian mahu memohon dan mengharapkan (keampunanKu), tentu akan Aku ampuni semua dosa-dosa kalian dan Aku tidak peduli (meskipun dosa kalian banyak). Wahai anak Adam, sekalipun dosa-dosa kalian menupuk setinggi langit, kemudian kalian memohon ampunanKu, tentu akan Aku ampuni dosa kalian dan tidak Aku pedulikan (meskipun dosa yang kalian kerjakan itu dosa besar). Wahai anak Adam, sekiranya kalian datang kepadaKu dengan dosa sepenuh isi bumi, kemudian kalian mati dengan tidak menyekutukanKu dengan apapun, Aku akan memberikan ampunan sepenuh isi bumi kepada kalian.”

Dalam sebuah hadith shahih yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala membuka tanganNya pada waktu tengah malam untuk menerima taubat orang pada siang hari dan membuka tanganNya pada waktu siang untuk menerima taubat orang yang melakukan dosa pada malam hari, sehingga matahari terbit dari sebelah barat.”

Dalam sebuah hadith qudsi disebutkan:

“Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian berbuat dosa, baik pada malam hari mahupun siang hari, sedang Aku mengampuni semua dosa-dosa iti. Oleh kerana itu, mohonlah ampunan kepadaKu, nescaya akan Aku ampuni kalian.”

Dalam sebuah hadith shahih yang lain disebutkan:

“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, sekiranya kalian tidak pernah berbuat dosa, nescaya Allah akan mematikan kalian dan menggantikan dengan kaum yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah pun mengampunkan mereka.”

“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, sekiranya kalian tidak pernah berbuat dosa, sungguh aku khuatir kalian akan melakukan hal yang lebih berbahaya daripada sekadar dosa, iaitu ujub (kesombongan).”

Juga disebutkan dalam hadith shahih yang lain:

“Semua orang di antara kalian pasti pernah melakukan dosa dan sebaik-baik orang melakukan dosa adalah mereka yang mahu bertaubat.”

Pada kesempatan yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

“Sungguh Allah sangat senang dengan taubat hambaNya ketika dia bertaubat kepadaNya. Bahkan lebih senang daripada seseorang yang kehilangan untanya di tengah gurun pasir, sedangkan di atas unta itulah terdapat segala perbekalan makanan dan minuman sehingga ia merasa putus asa. Selanjutnya, dia menuju sepohon dan berbaring lesu dalam naungan rendangnya. Dia merasa putus asa dengan untanya. Ketika dia merenungi nasibnya, tiba-tiba untanya telah berdiri dekatnya dan segeralah ia meraih tali kekangnya. Bersangatlah gembira dia berkata; “Ya Allah, Engkau adalah hambaKu dan aku adalah Tuhanmu!’ bersangatan gembiranya, dia sampai salah ucap seperti itu.”

Dalam riwayat shahih yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan dosa, kemudian berkata: ‘Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada lagi yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau.’ Setelah itu kembali malakukan dosa dan berkata: ‘ Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau’, kemudian dia melakukan dosa, lalu berkata: : ‘ Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau’, maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “HambaKu tahu bahawa dirinya mempunyai Tuhan yang boleh menyeksa hambaNya kerana berbuat dosa atau mengampuni dosa hambaNya, maka silakan hambaKu melakukan apa yang dia sukai.”

Maksud semua hadith ini bahawa Allah akan mengampuninya selama hamba itu bertaubat, meminta ampun dan menyesali perbuatannya.


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Image Hosted by ImageShack.us
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Keajaiban Semut

Hari ini saya ingin berkongsikan dengan anda tentang satu e-mail yang saya kira menarik untuk tatapan kita semua......


SELAMAT DATANG KE DUNIA SEMUT

Dalam perjalanannya ke sekolah setiap hari, Omar berjalan melalui taman rumah di seberang jalan dan menanti di sana untuk seketika. Seorang kawan istimewanya tinggal di taman ini. Siapapun tidak mengenali kawan ini, tetapi Omar amat menyayanginya. Omar tidak pernah lupa menziarahi kawannya, dan dia amat gembira dengan persahabatan mereka. Tambahan pula, dia mempunyai seorang sahabat yang lebih pintar daripada orang lain. Walaupun saiz badannya kecil, tetapi kawannya ini melakukan banyak perkara-perkara penting. Dia juga adalah seorang yang kuat bekerja. Dia melakukan semua kerja-kerjanya dengan baik dan dalam masa yang sepatutnya, seolah-olah dia adalah seorang askar. Walaupun dia tidak pergi ke sekolah seperti Omar, dia melaksanakan dengan jayanya banyak tugas-tugas yang diperlukannya di dalam hidupnya.
Sudah tentu kamu tertanya-tanya siapakah sahabatnya itu?
Sahabat rahsia Omar ialah seekor semut, yang dapat melakukan banyak perkara-perkara yang indah.
Mungkin kamu belum pernah mendengar betapa mahir dan bijaknya semut. Sebahagian kamu mungkin menganggap mereka sebagai serangga-serangga ringkas yang hanya melata ke sana sini tanpa melakukan apa-apa. Tetapi mereka yang beranggapan demikian telah tersilap, kerana semut, seperti juga hidupan lain, mempunyai kehidupan mereka sendiri.
Omar berkesempatan untuk mempelajari dengan lebih terperinci kehidupan ini daripada sahabatnya. Kerana itulah dia tidak pernah lupa untuk menziarahi sahabatnya dan amat gemar berbual dengannya.
Semut-semut penganyam adalah tukang jahit yang mahir. Mereka menyambung daun-daun dengan menariknya daripada dua bahagian dan menjahit daun-daun ini bersama. Dengan cara ini, mereka membuat rumah yang baik untuk diri mereka.
Omar berasa amat kagum dengan perkara-perkara yang didengarinya daripada sahabatnya tentang dunia semut. Dia ingin berkongsi semua yang telah dipelajarinya tentang bakat, kebijaksanaan dan semua sifat-sifat lain hebat sahabat kecilnya ini dengan orang lain.

Jadi, apa yang menyebabkan Omar begitu gembira? Kenapa dia begitu tertarik dengan dunia semut? Sudah tentu kamu tertanya-tanya mengapa. Jadi teruskan membaca...

Semut mempunyai jenis yang lebih banyak daripada hidupan-hidupan yang lain. Daripada setiap 700 juta semut yang dilahirkan ke dunia, hanya terdapat 40 kelahiran manusia. Dengan kata lain, jumlah semut-semut di dunia ini adalah jauh lebih tinggi daripada manusia.
Semut-semut penjaga pintu mengawal sarang. Mereka melakukan tugas ini dengan jayanya. Semut-semut lain juga kuat bekerja. Mereka melakukan semua kerja-kerja di dalam sarang.
Keluarga semut juga amat besar. Contohnya, kamu mungkin mempunyai sebuah keluarga yang terdiri daripada 4-5 orang anggota. Bagaimanapun, di dalam keluarga semut, kadang kala terdapat berjuta-juta semut. Sekarang fikirkan untuk seketika: jika kamu mempunyai berjuta-juta adik beradik bolehkan kamu tinggal di dalam sebuah rumah? Sudah tentu tidak!

Kehebatan sifat-sifat semut tidak berakhir di sini sahaja. Walaupun, berjuta-juta mereka tinggal bersama, mereka tidak mempunyai sebarang masalah di antara mereka, tidak ada kekeliruan atau kecamukan. Mereka hidup di dalam kehidupan yang begitu terancang di mana setiap mereka mematuhi peraturan.

Sebahagian keluarga semut adalah tukang jahit, yang lain pula menghasilkan makanan mereka sendiri seperti peladang, dan yang lain pula menjalankan ladang-ladang kecil di mana mereka memelihara haiwan-haiwan kecil. Seperti mana manusia memelihara lembu dan menggunakan susunya, semut pula memelihara kutu-kutu kecil (kutu daun) dan menggunakan susunya.
Semut-semut "bercakap" di antara satu sama lain dengan menyentuh.

Sekarang mari kita lihat apa yang Omar akan katakan tentang dunia semut ini:

Omar: Saya mula menyedarinya apabila saya ternampak kepalanya yang kecil itu muncul daripada tanah. Kepalanya menarik perhatian saya, kerana ia lebih besar daripada badannya. Saya tertanya-tanya mengapa kepalanya begitu dan mula memerhatikan sahabat kecil saya ini. Kepalanya yang lebih besar daripada badan membantunya untuk bekerja sebagai pengawal di pintu masuk sarang. Adakah kamu mahu tahu 'bagaimana'? Dia memeriksa sama ada semut-semut yang hendak memasuki sarang berasal daripada keluarganya atau tidak, dan dia tidak akan membenarkan mereka masuk sekiranya mereka orang asing.

Sebaik sahaja melihatnya, saya bertemu dengannya dan memintanya menceritakan apa yang sedang berlaku di dalam. Sahabat kecil saya faham akan perasaan ingin tahu saya, dan mula memberitahu saya tentangnya. Apa yang paling menghairankan saya ialah bagaimana semut-semut yang berkepala besar mengenali rakan-rakan sama sarang dengan mereka dan membenarkan mereka masuk.

Semut-semut tidak mahu orang luar memasuki sarang mereka, kerana ia akan mengancam keselamatan mereka. Mereka tidak akan ragu-ragu untuk bergaduh untuk melindungi sarang dan sahabat-sahabat mereka.

Si Semut: Omar, pertamanya biar saya memaklumkan kepada awak bahawa kami memanggil keluarga kami sebuah 'gerombolan' . Dengan kata lain, kami hidup di dalam masyarakat yang digelar gerombolan. Seekor semut dapat memberitahu dengan mudah sama ada semut lain berasal daripada gerombolannya atau tidak. Dia melakukannya dengan menyentuh badan semut tersebut dengan sesungutnya, (batang kecil dan nipis yang keluar daripada atas kepalanya) yang membantunya membezakan semut luar. Bagaimanapun, kami mungkin terpaksa menggunakan kekerasan untuk menghalaunya.


Omar terperanjat mendengar tentang sistem keselamatan mereka yang sempurna dan tertanya-tanya bagaimana semut-semut asing cuba memasuki sarang. Apabila dia berkongsi pemikiran ini dengan sahabatnya, dia tersenyum kepadanya dan menyatakan bahawa terdapat banyak perkara yang akan memeranjatkannya.

Semut-semut mempunyai tugas-tugas berbeza. Mereka bekerja keras pada kerja mereka tanpa berehat.


Semut tersebut kemudian berkata: "Biar saya memberitahu awak tentang keadaan dalaman sarang kami, yang kamu beria-ia untuk mengetahuinya. Gerombolan-gerombol an kami mempunyai seekor ratu semut, semut-semut jantan, askar-askar dan semut-semut pekerja.
Ratu dan semut-semut jantan mengekalkan spesies kami. Ratu lebih besar daripada kami semua. Tugas semut-semut jantan ialah untuk membolehkan ratu melahirkan semut-semut baru. Askar-askar bertanggung jawab memelihara gerombolan kami, memburu dan mencari tempat baru untuk sarang. Kumpulan terakhir mengandungi semut-semut pekerja. Semut-semut pekerja semuanya terdiri daripada semut-semut betina yang mandul. Iaitu, mereka tidak bolehmelahirkan anak. Mereka menjaga ratu dan anak-anaknya, dan membersihkan dan memberi makan kepada mereka. Lebih daripada itu, mereka terpaksa melakukan semua kerja-kerja lain di dalam gerombolan. Mereka membina koridor lubang baru di dalam sarang, mencari makanan dan membersihkan sarang. Semut-semut pekerja dan askar juga terbahagi kepada kumpulan-kumpulan kecil di kalangan mereka. Sebahagian mereka adalah penternak, juru bina, dan pencari makanan. Setiap kumpulan mempunyai tugas-tugas yang berbeza. Ketika satu kumpulan berlawan dengan musuh-musuh atau berburu, kumpulan lain pula membina sarang, dan yang lain pula mengambil berat tentang kebersihan dan membaiki sarang".

Apabila sahabat kecil Omar telah menjelaskan semuanya, dia mendengarnya dengan penuh tanda tanya, dan kemudian menyoalnya: "Tidak pernahkah kamu merasa bosan, menanti di pintu masuk sarang setiap masa? Apakah tugas kamu di dalam sarang?

Si semut menjelaskan: "Saya juga seorang pekerja, dan tugas saya ialah untuk bekerja sebagai penjaga pintu. Seperti yang dapat kamu lihat, kepala saya cukup besar untuk menutup lubang masuk sarang. Saya bangga mempunyai kebolehan ini, dan saya melaksanakan tugas saya dengan bangga. Saya tidak pernah bosan; sebaliknya, saya gembira kerana saya melindungi sahabat-sahabat saya daripada ancaman".

Omar tidak dapat menahan kekagumannya terhadap jawapannya. Semut-semut bekerja sepanjang masa untuk menolong yang lain, tanpa memikirkan diri mereka sendiri dan tanpa sebarang masalah - sesuatu yang sering tidak dapat dilakukan oleh manusia.

Daripada apa yang telah diberitahu oleh sahabat kecilnya, dia dapat memahami dengan mudah bahawa kerja-kerja di dalam sarang telah dibahagikan dengan sempurna di antara semut-semut ini. Jelas di sini bahawa kehidupan semut-semut telah diatur dengan baik dan semua semut-semut ini tidak mementingkan diri. Kemudian dia tertanya-tanya sama ada mereka pernah bergaduh di kalangan mereka kerana sebahagian mereka mendakwa mereka lebih baik atau lebih kuat daripada yang lain. Sahabat beliau berkata bahawa perkara seperti itu tidak pernah berlaku dan menambah:

Pekerja-pekerja yang rajin sedang bekerja.

"Kami adalah sebuah keluarga yang besar, Omar. Tidak ada perasaan cemburu, persaingan atau angan-angan di kalangan kami. Kami selalu tolong-menolong di antara satu sama lain dan kami melakukan yang terbaik untuk gerombolan kami. Segala-galanya di dalam gerombolan ini adalah berdasarkan kepada pengorbanan. Setiap semut memikirkan kepentingan sahabat-sahabatnya

terlebih dahulu, dan kemudian barulah dirinya. Biar saya berikan kamu satu contoh. Apabila berlaku kekurangan makanan di dalam gerombolan, semut-semut pekerja dengan segera berubah menjadi semut "pemberi makan", dan mula memberi makan kepada yang lain dengan makanan di dalam perut simpanan mereka. Apabila telah cukup makanan di dalam gerombolan, mereka sekali lagi bertukar menjadi semut-semut pekerja.

Saya pernah mendengar manusia menyatakan bahawa terdapat persaingan di dalam alam semula jadi. Jangan sekali-sekali percaya apa yang mereka katakan. Kami lebih tahu bahawa kami perlu bekerjasama untuk berjaya."

Omar menyatakan bahawa apa yang telah dia beritahunya tentang dirinya dan gerombolannya adalah satu contoh yang baik. Dia amat gembira mengetahui bahawa Allah telah menjadikannya begitu tidak mementingkan diri sendiri, membantu dan sukakan sahabat-sahabatnya. Selepas apa yang diberitahunya kepadanya, dia memilih untuk menjadi sekurang-kurangnya seorang yang selalu memikirkan orang lain seperti mana semut-semut tersebut, dan menjadi orang baik yang Allah sukai.
Dia telah terlewat dan perlu pergi segera ke sekolah. Dia memberitahu sahabatnya bahawa dia terpaksa pergi, tetapi dia akan datang bertemu dengannya esok.
Keesokannya, Omar pergi semula ke tempat yang sama dan menanti sahabat kecilnya. Selepas beberapa minit, dia muncul. Dia memberitahunya bahawa dia tidak sabar menanti sepanjang malam untuk bertemu dengannya lagi. Kemudian mengingatkannya tentang janjinya untuk menceritakan kepadanya keadaan dalaman sarang. Oleh itu, si semut mula menceritakan tentang tempat tinggalnya:

"Walaupun kami adalah haiwan-haiwan yang kecil, sarang kami amat besar, tidak ubah seperti ibu pejabat sebuah angkatan tentera yang besar. Jika kamu orang luar, kamu tidak akan dapat memasukinya. Kerana, seperti yang telah kamu ketahui, terdapat pengawal-pengawal seperti saya di pintu-pintu.

Di dalamnya, terdapat aktiviti yang sangat tersusun dan berterusan. Beribu, malah berjuta-juta semut askar dan pekerja seperti saya bekerja di dalam keadaan yang paling mudah.
Lagipun, kami telah memikirkan semua keperluan-keperluan kami ketika kami mendirikan bangunan-bangunan kami. Contohnya, bangunan kami mempunyai paras-paras bawah tanah yang hanya mengehadkan sejumlah cahaya matahari masuk. Tetapi terdapat juga bahagian di mana tenaga cahaya matahari diperlukan. Kami membina bahagian ini di paras paling atas, yang menerima cahaya matahari pada sudut paling luas.

Dan kemudian, terdapat juga bahagian-bahagian yang perlu berada dalam keadaan berhubungan di antara satu sama lain. Kami membinanya berhampiran di antara satu sama lain, supaya semut-semut dapat bertemu antara satu sama lain dengan mudah. Ruang simpanan kami, di mana bahan-bahan lebihan kami disimpan, dibina sebagai satu bahagian yang terpisah di satu bahagian bangunan. Bilik-bilik kecil di mana kami menyimpan makanan kami ditempatkan di tempat-tempat yang mudah dicapai. Tambahan pula, terdapat juga sebuah dewan di bahagian tengah bangunan di mana kami berkumpul pada waktu-waktu tertentu".

Di sebelah, kita dapat melihat sebuah bandar bawah tanah. Walaupun tubuh mereka kecil, mereka dapat membina bandar-bandar yang begitu besar.
Apabila Omar mendengar semua ini, dia bertanya kepada sahabat kecilnya: "Apakah kamu benar-benar melakukan semua ini? Saya tidak tahu semut-semut dapat bekerja seperti jurutera-jurutera dan arkitek-arkitek yang mahir. Jika manusia hendak mendirikan bangunan-bangunan yang sempurna, mereka perlu meluangkan banyak tahun di sekolah dan bekerja keras. Adakah kamu juga mendapat latihan yang sama?" Sebagai balasan, si semut tersebut memberitahunya lebih banyak perkara-perkara menarik tentang sahabat-sahabatnya:

"Tidak, Omar. Kami semua mempunyai kemahiran ini di dalam diri kami. Ia tidak pernah diajarkan kepada kami, tetapi kami mengetahui dengan tepat apa yang perlu dilakukan, dan bila. Bukan setakat itu sahaja. Apa yang akan saya beritahu kamu selepas ini akan lebih memeranjatkan kamu.

1. Sistem Pertahanan Udara
2. Bangsal Perkebunan
3. Pintu Masuk Utama dan Pintu-Pintu Masuk Sisi
4. Bilik-Bilik yang Telah Siap
5. Perkuburan Penyimpanan
6. Bilik Pengawal
7. Perisai Luar
8. Bilik Asuhan
9. Gudang Daging
10. Gudang Bijirin
11. Penjagaan Kanak-Kanak untuk Larva-Larva
12. Bilik Musim Sejuk
13. Pusat Sistem Pemanasan
14. Bilik Mengeram
15. Bilik Diraja...
Sudah tentu semut-semut tidak dapat merancang dan mereka semua perincian ini sendiri.Mereka telah didorong oleh Allah untuk melakukannya.

Seperti yang telah saya beritahu kamu sebelum ini, bangunan kami sangat besar jika dibandingkan dengan saiz kami. Bagaimanapun, kepanasan di setiap tempat adalah sama rata. Di dalam sarang kami, terdapat satu sistem pemanasan yang sangat maju. Dengan cara ini, suhu akan kekal sepanjang hari. Untuk menjamin perkara ini, kami menutup permukaan luar bangunan kami dengan bahan-bahan yang tidak membenarkan kepanasan masuk. Dengan cara ini, kami juga menghalang udara sejuk masuk ketika musim sejuk dan menahan udara panas pada musim panas. Dengan cara inilah kami mengekalkan suhu pada satu paras".

Rumah yang semut-semut bina untuk diri mereka adalah seperti sebuah istana bagi mereka.





Sudah tentu jika Omar tidak bertemu dengan sahabat kecilnya ini, dia sukar untuk percaya bahawa semut dapat melakukan semua ini. Dia berkata kepada si semut: "Sebelum kamu memberitahu saya perkara ini, jika seseorang datang dan memberitahu tentang perincian tentang sarang kamu dan bertanya siapakah yang dapat membina sarang seperti itu, sudah tentu saya memberikan jawapan yang berbeza. Saya mungkin akan mengatakan bahawa sebuah sarang seperti itu hanya dapat dibina dengan peralatan yang baik dan kerja keras oleh orang-orang yang mahir. Jika ada orang menyatakan bahawa sarang ini tidak dibina oleh orang yang berpelajaran tetapi oleh semut-semut, sebenarnya, saya tidak mungkin akan mempercayainya" .

Ketika sahabat kecilnya, si semut bercakap dengannya, banyak anggapan melintasi mindanya. Dia beranggapan bahawa mereka lebih mahir daripada manusia, dan mula melihat haiwan-haiwan dengan pandangan yang berbeza. Dia faham semut-semut itu telah dijadikan Allah, dan ilham Allah kepada mereka setiap masa yang menjadikan mereka berkelakuan seperti ini. Jika tidak, mereka tidak akan dapat melakukan perkara-perkara ini dengan berjaya.

Ketika semua perkara ini terlintas di fikirannya, sahabat kecilnya masih terus bercakap. Apabila dia telah selesai, Omar menjadi lebih tertarik, dan mahu bertanyanya tentang semua yang terlintas di fikirannya. Dia bertanyakan soalan pertama yang difikirkannya segera. Dia telah diberitahu sebelum ini bahawa semut-semut ini berkelakuan seperti peladang, jadi dia bertanya bagaimana mereka dapat melakukannya. Bagaimana seekor semut yang begitu kecil, berladang di atas tanah tanpa sebarang peralatan, sesuatu yang manusia pun sukar untuk melakukannya?

Si semut berkata: "Biar saya beritahu awak satu perkara tentang kami. Dengan cara itu, ia akan memudahkan untuk menjawab soalan kamu. Walaupun kami kelihatan sama semuanya, kami sebenarnya terbahagi kepada banyak kumpulan-kumpulan yang berbeza mengikut cara kami hidup dan rupa kami. Terdapat 8,800 jenis semut yang berbeza. Setiap spesies mempunyai ciri-ciri yang berbeza. Semut peladang adalah salah satu daripadanya. Sekarang, saya akan memberitahu kami tentang semut yang terlibat di dalam perladangan. Mereka digelar "attas", iaitu, semut pemotong daun.

Sifat-sifat terkenal attas ialah kebiasaan mereka membawa di atas kepala mereka pecahan-pecahan daun yang telah dipotong. Untuk tujuan itu,
mulanya mereka melicinkan jalan mereka, supaya mereka dapat melaluinya dengan mudah. Jalan di mana mereka berjalan ke sarang mereka ketika membawa pecahan-pecahan dedaun kelihatan seperti sebuah lebuh raya kecil. Semut-semut berjalan perlahan-lahan sepanjang jalan ini,mereka mengutip semua ranting-ranting, batu-batu kerikil kecil, rumput dan tumbuhan liar di atas tanah, dan membuangnya. Jadi mereka membersihkan sebuah jalan untuk diri mereka sendiri.

Selepas melakukan kerja yang banyak dan lama, lebuh raya mereka menjadi lurus dan licin seperti telah diratakan oleh alat khas. Attas berjalan di atas laluan ini, berlindung di bawah pecahan-pecahan daun yang besar, yang mereka bawa di dalam rahang-rahang mereka yang dikepit kejap.

Attas memotong dedaun dengan mahir dan berhati-hati.

Omar: Kamu katakan mereka bersembunyi di bawah daun-daun? Mengapa attas merasa perlu untuk bersembunyi di bawah daun-daun?

Si Semut: Kadang kala, semut attas perlu berhati-hati, Omar. Contohnya, pekerja attas yang bersaiz sedang meluangkan hampir sepanjang hari berada jauh daripada sarang, membawa dedaun. Adalah sukar untuk mereka melindungi diri mereka ketika melakukannya, kerana mereka membawa dedaun di rahang mereka, yang selalunya mereka gunakan untuk mempertahankan diri.


Omar: Jadi, jika mereka tidak dapat mempertahankan diri, siapa yang melakukannya untuknya?

Si Semut: Semut-semut pekerja pemotong daun sentiasa ditemani oleh pekerja-pekerja yang lebih kecil. Pekerja-pekerja ini memanjat naik ke atas daun yang dibawa oleh attas dan terus memerhati. Jika berlaku serangan musuh, mereka akan melindungi sahabat-sahabat mereka, walaupun mereka bersaiz kecil.

1- Semut-semut memotong daun-daun yang mereka bawa ke sarang kepada cebisan-cebisan.
2- Mereka mengunyah cebisan-cebisan ini menjadi pulpa.
3- Mereka meletakkan pulpa ini di atas benda yang berasaskan daun-daun kering di dalam bilik-bilik baru.
4- Mereka meletakan cebisan-cebisan kulat yang mereka ambil daripada bilik-bilik lain di atas pulpa ini.
5- Sekumpulan semut-semut yang sibuk membersihkan taman dan membuang semua benda-benda yang tidak diperlukan.

Omar: Itu adalah satu lagi contoh pengorbanan. Tetapi saya ingin mengetahui satu lagi perkara. Untuk apa attas-attas ini menggunakan dedaun ini? Mengapa attas-attas ini membawa dedaun ini sepanjang hari?

Si Semut: Mereka memerlukannya untuk perladangan mereka. Attas menggunakan dedaun ini untuk menanam kulat. Semut-semut tidak dapat memakan dedaun ini sendiri. Oleh itu semut-semut pekerja membuat satu longgokan pecahan-pecahan dedaun selepas mengunyahnya, dan kemudian menempatkannya di dalam bilik-bilik bawah tanah di dalam sarang mereka. Di dalam bilik-bilik ini, mereka menanam kulat di atas daun-daun dan mereka memperoleh makanan mereka daripada pucuk-pucuk kulat yang tumbuh.


Kamu tentu tertanya-tanya bagaimana semut-semut kecil ini dapat melakukan pekerjaan menakjubkan seperti ini sendiri?


Omar: Ya, memang saya cuba memahami bagaimana semut-semut dapat melakukan semua itu. Contohnya, jika kamu meminta saya menanam kulat, sudah tentu ia bukan pekerjaan yang mudah bagi saya. Sekurang-kurangnya saya perlu membaca beberapa buah buku atau meminta nasihat daripada mereka yang tahu melakukannya. Tetapi saya tahu semut-semut tidak mendapat latihan seperti ini.

Sekarang baru saya faham apa yang menyebabkan kamu dan sahabat-sahabat kamu begitu mahir. Kamu telah diprogramkan untuk melakukan tugas-tugas kamu. Contohnya, attas telah wujud di dunia ini dalam keadaan telah sedia mengetahui tentang perladangan. Sudah tentu, Allah, Pencipta semua hidupan, telah memberikan kemahiran ini. Allahlah yang telah menjadikan kamu dan sahabat-sahabat kamu dengan sifat-sifat yang hebat ini.


Attas membawa daun-daun yang mereka potong.
Si Semut: Kamu betul, Omar. Kami mengetahui perkara-perkara ini secara semula jadi. Pencipta kami, Allah, memberikannya kepada kami sebagai satu nikmat.

Omar telah lewat lagi. Dia mengucapkan terima kasih kepadanya, dan pergi ke sekolah. Ketika berjalan, perkara-perkara yang sahabat semutnya telah beritahunya masih bergema di dalam telinganya. Sementara itu, dia terus berfikir.

Perlakuan-perlakuan mahir semut menunjukkan kepada satu kebijaksanaan hebat. Tetapi kebijaksanaan ini tidak mungkin kepunyaan semut-semut itu sendiri. Tambahan pula, mereka hanyalah makhluk-makhluk kecil. Kalau begitu, sudah tentu semua kemahiran semut menunjukkan kepada manusia kebijaksanaan Allah. Untuk menunjukkan kehebatan-Nya dan kesenian rekaan-Nya, Pencipta semut ini, telah menjadikan makhluk-makhluk kecil ini melakukan tugas-tugas yang tidak dapat mereka lakukan dengan kebijaksanaan dan kehendak mereka sendiri.

Sahabatnya memiliki kebijaksanaan, kemahiran dan pengorbanan semula jadi kerana dorongan Allah. Semua yang dilakukannya menunjukkan bahawa ia bukan kuasa dan kebijaksanaannya, tetapi Allah.

Memikirkan perkara-perkara ini, dia menyedari bahawa beberapa perkara yang digambarkannya sebelum ini secara berbeza telah digantikan oleh pandangan-pandangan fakta yang sebenar. Dia juga memahami kini bahawa cerita-cerita tentang hidupan, bagaimana mereka wujud secara kebetulan, bagaimana mereka memperoleh kemahiran-kemahiran yang mereka miliki secara kebetulan melalui satu jangka masa, adalah dusta. Bagaimana ia boleh menjadi benar? Cuba fikirkan, bagaimana semut-semut ini "bercakap" di antara satu sama lain dengan begitu sempurna jika mereka wujud secara kebetulan? Bagaimana mereka dapat berhubung di antara satu sama lain tanpa sebarang kekeliruan, dan membina sarang yang sempurna? Lagipun, jika semua semut-semut ini telah wujud secara kebetulan dan jika mereka hidup hanya untuk mempertahankan diri, bagaimana mereka dapat melakukan pengorbanan yang sangat besar di antara satu sama lain?

Dia memikirkan perkara ini sepanjang hari di sekolah. Apabila dia pulang pada sebelah petangnya, dia memilih untuk membaca al-Quran, yang telah Allah turunkan kepada semua manusia. Ayat pertama yang dibacanya adalah seperti berikut:

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berakal;

(Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka. (Surah Ali Imran: 190-191)

Dia yakin bahawa Allah telah menjadikan semut, dirinya, ibunya dan bapanya, saudaranya dan segalanya di alam semesta ini. Sahabat kecilnya telah mengingatkannya tentang satu kenyataan penting di dunia ini: iaitu tiada pencipta selain daripada Allah.

Saya percaya apabila kamu membaca ayat-ayat ini, kamu semua akan memahami kebenarannya seperti Omar, dan mengetahui bahawa Allahlah yang telah menjadikan segalanya. Kemudian kamu akan berkata: "Darwin, yang menyatakan bahawa hidupan tidak dijadikan, tetapi telah wujud secara kebetulan, adalah suatu pembohongan besar. Apabila kita dikelilingi oleh makhluk-makhluk yang mempunyai banyak kemahiran menakjubkan, adalah mustahil untuk memikirkan bahawa ia wujud secara kebetulan".

Jadi, seperti Omar kamu juga mungkin menemui suatu hari nanti seorang kawan baik, jangan lupa bahawa banyak yang dapat kamu pelajari daripadanya. Kaji dan fikirkan tentang kesempurnaan di dalam kesenian Allah, Yang menjadikannya. Dan jika kamu bertemu dengan pendusta-pendusta seperti Darwin, ceritakan kepada mereka tentang sifat-sifat sahabat kecil kamu dan katakan bahawa kamu tidak akan mempercayai penipuan-penipuan mereka yang tidak masuk akal.


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Peningkatan Diri Anda Matlamat Kami
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Tuesday, August 21, 2007

Singkirkan Kegelisahan



Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam surah Al-Insyirah, ayat 1:

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu.”

Ayat ini bersifat umun untuk setiap orang yang menerima kebenaran, yang melihat cahaya dan yang menempuh hidayah. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingati Allah…” (Az-Zumar: 22)

Maka ayat tersebut menjelaskan bahawa kebenaran akan melapangkan dada dan kebatilan akan membuat hati menjadi keras.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, nescaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam…” (Al-An-am: 125)

Ini menandakan bahawa Islam merupakan suatu tujuan yang hanya akan dapat dicapai oleh orang yang memang dikehendaki Allah.

“…janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah bersama kita…” (At-Taubah: 40)

Ayat ini sering diucapkan oleh orang yang sangat yakin dengan pengawasan, perlindungan, kasih-sayang dan pertolongan Allah Ta’ala.

“(Iaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, kerana itu takutlah kepada mereka.’ Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: ‘Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.’” (Ali-‘Imran : 173)

Yakni; bahawa kecukupanNya pasti mencukupi anda dan perlindunganNya pasti akan menjaga anda.

“Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.” (Al-Anfal: 64)

Dan, siapa pun yang menempuh jalan tersebut akan memperoleh kemenangan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tersebut.

“Dan bertawakkallah kamu kepada Allah Yang Maha Hidup (Kekal) Yang tidak mati…” (Al-Furqan: 58)

Yakni; sesuatu selain Allah pasti akan mati, tidak akan hidup selamanya, akan lenyap dan tidak kekal abadi. Dan darjatnya rendah dan tiada kemuliaan.

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl: 127-128)

Ini adalah janji khusus yang Allah berikan kepada para kekasihNya, yakni dengan cara selalu menjaga, mengawasi, membantu dan melindungi mereka sesuai dengan tingkat ketakwaan dan jihad mereka.

“Dan, janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali-‘Imran: 139)

Maksudnya; adalah ketinggian tingkat ubudiyyah dan kedudukannya di sisi Allah.

“Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.” (Ali-‘Imran: 111)

“Allah telah menetapkan: ‘Aku dan rasul-rasulKu pasti menang.’ Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-MIjadilah: 21)

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kegidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (Hari Kiamat).” (Al-Mu’min: 51)

Ini merupakan janji Allah yang tidak akan diingkari dan tidak akan ditunda.

“Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat kan hamba-hambaNya. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipudaya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.” (Al-Mu’min: 44-45)

“…dan hanya kepada Allahlah orang-orang mukmin bertawakkal.” (Ali-‘Imran: 122)

Janganlah bersedih! Anggap sahaja diri anda tidak akan hidup kecuali sehari saja, maka mengapa anda harus bersedih, marah dan kesal pada hari ini?

Dalam sebuah atsar disebutkan:

“Jika engkau berada pada pagi hari, janganlah menunggu datangnya waktu petang. Jika engkau berada pada waktu petang, janganlah menunggu datangnya pagi.”

Ertinya: Hiduplah dalam batasan hari ini sahaja. Janganlah mengingat-ingat masa lalu, dan jangan pula merasa risau dengan masa yang akan datang.

Seorang penyair berkata:

Masa lalu biarlah berlalu
dan harapan belum menjadi kenyataan.
Maka manfaatkanlah waktu
saat kau sedang menjalaninya.

Menyibukkan diri dengan masa lalu, mengingatinya dan merenungi berbagai musibah yang telah berlaku dan yang telah berlalu, adalah merupakan perbuatan bodoh dan gila (tiada bermanfaat).

Pepatah Cina ada menyebutkan: “Janganlah anda menggam,barkan sebuah jambatan sebelum anda melaluinya.”

Maksudnya: Jangan anda menggambarkan suatu peristiwa, termasuk keburukan dan bencana yang ada di dalamnya sehingga anda sendiri mengalaminya dan merasakannya.

Salah seorang ulama salaf pernah mengatakan: “ Wahai anak Adam, hidupmu itu tiga hari sahaja: Hari kelmarin yang telah berlalu, hari esok yang belum tiba, dan hari ini saat kau menjalaninya, maka bertakwalah kepada Allah dalam menjalaninya!”

Bagaimana mungkin orang yang menanggung beban kesedihan masa lalu dan kecemasan terhadap masa depan dapat hidup tenang hari ini? Bagaimana mungkin orang yang selalu mengingat-ingati kembali sesuatu yang telah berlaku serta merasa kesedihan dan menyakitkan ke atasnya adalah tidak mendatangkan sebarang manfaat baginya.

Adapun maksud perkataan: “Jika engkau berada pada pagi hari, janganlah menunggu datangnya waktu petang. Jika engkau berada pada waktu petang, janganlah menunggu datangnya pagi”, iaitu agar anda tidak terlalu banyak berangan-angan, menunggu ajal yang akan menjemput anda pada bila-bila masa sahaja dengan memperbanyakkan bekalan, dan selalulah berbuat yang terbaik. Janganlah anda menyibukkan diri dengan berbagai target masa depan dan kesedihan masa lalu, kerahkan segala kemampuan untuk hari ini, berbuatlah semaksimum mungkin, dan pusatkan tumpuan anda untuk melakukan sesuatu dengan cara meningkatkan kualiti moral, kerjakan dengan baik ibadah wajib anda hari ini, lalu tambahkan dengan ibadah nawafil (sunat). Maksimakan apa yang ada di hadapan anda, berusahalah untuk selalu memperbaiki perilaku anda, perhatikanlah kesihatan anda dan perbaikilah akhlak anda terhadap orang lain.

Renungan
Jangan bersedih, kerana qadha’ telah ditetapkan, sesuatu yang ditakdirkan telah terjadi, pena-pena talah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah pun dilipat, dan setiap perkara telah ditetapkan! Betapapun, kesedihan anda tidak dapat mendahulukan atau menta’khirkan kenyataan yang terjadi, dan tidak juga mampu menambahkan atau mengurangi apa yang telah ditetapkan.

Jangan bersedih, sebab kesedihan itu akan mendorong anda untuk menghentikan putaran roda zaman, menyelubungi matahari agar tidak terbit, memutar jarum jam kembali ke masa lalu, berjalan ke belakang dan mengembalikan aliran sungai ke sumbernya semula!

Jangan bersedih, kerana orang yang merasa sedih itu bagai sungai, muaranya di laut dan mengalir ke laut kembali. Ia juga ibarat seorang wanita yang mengurai pintalan tenun yang kuat pintalannya, ibarat seorang yang meniup bejana dari kulit yang berlubang, dan ibarat seseorang yang menulis di atas air dengan tangannya.

Jangan bersedih, sebab usia anda yang sebenarnya adalah kebahagiaan dan ketenangan anda. Oleh sebab itu, jangan habiskan usia anda dalam kesedihan, jangan biarkan malam-malam anda dalam kecemasan, jangan anda tukar kebahagiaan dengan ketakutan, dan jangan mensia-siakan waktu anda yang masih tersisa, kerana sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang mensia-siakan waktu.


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com


Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Kendalikan Perasaan Anda



Emosi dan perasaan seseorang akan bergolak disebabkan dua perkara; kegembiraan yang memuncak dan musibah yang berat. Dalam sebuah hadith Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya aku (Nabi) melarang dua suara yang dungu dan buruk, iaitu suara ketika sedang mendapatkan nikmat (bersuka ria) dan suara ketika tertimpa musibah (meratap).”

Dan Allah Ta’ala berfirman:

"(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu…” (Al-Hadid: 23)

Maka dari itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam besabda:


“Sesungguhnya kesabaran (yang sempurna pahala) adalah kesabaran ketika mendapat benturan (musibah) pertama.

Oleh kerana itu, siapa yang mampu menguasai perasaannya dalam setiap peristiwa, baik yang memilukan dan juga yang menggembirakan, maka dia berhak mendapat penghargaan berupa hati yang teguh dan stabil serta memperoleh kebahagiaan yang tenang dan kenikmatan kerana berjaya mengalahkan nafsu. Allah menyebutkan bahawa manusia adalah makhluk yang senang bergembira dan berbangga diri. Namun, menurut Allah,ketika ditimpa kesusahan manusia mudah berkeluh kesah,dan ketika mendapatkan kebaikan manusia menjadi kikir kecuali orang-orang yang menunaikan solat. Maka mereka itulah orang-orang yang mampu berdiri seimbang di antara gelombang kesedihan yang keras dengan dan luapan kegembiraan yang tinggi. Dan mereka itulah yang akan sentiasa bersyukur tatkala mendapat kesenangan dan bersabar tatkala ditimpa kesusahan.

Sesungguhnya emosi yang tidak terkendali hanya akan meletihkan, menyakitkan dan meresahkan diri sendiri. Sebab, ketika seorang sedang marah misalnya, maka kemarahannya akan meluap dan sukar dikendalikan. Dan itu akan membuat seluruh tubuhnya gementar, mudah memaki sesiapa sahaja, seluruh isi hatinya tertumpah ruah, dan ia akan cenderung bertindak mengikut nafsunya. Sekiranya dia mengalami kegembiraan, dia akan menikmatinya secara berlebihan, mudah lupa diri dan tidak ingat lagi siapa dirinya.

Begitulah manusia; ketika sedang bermusuh dengan seseorang, dia cenderung mengherdik dan mencelanya, dan melupakan seluruh kebaikan orang yang tidak dia sukai begitu sahaja. Demikian pula ketika dia menyukai orang lain, dia akan segera melupakan kekurangannya, bahkan orang itu akan terus dia puja dan sanjung setinggi-tingginya seolah-olah tidak ada cacat-celanya. Dalam sebuah atsar disebutkan:

“Cintailah sesuatu yang kamu cintai sekadar saja, kerana biasa jadi suatu saat nanti ia akan menjadi sesuatu yang kamu benci; dan bencilah sesuatu yang kamu benci sekadarnya sahaja, kerana biasa jadi pada suatu saat nanti ia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.”

Dalam sebuah hadith, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Aku memohon kepadaMu (Ya Allah) agar aku selalu boleh bersikap sederhana, baik ketika marah mahupun senang.”

Barangsiapa mampu mengawal emosinya, mengendalikan akal dan menimbang segalanya dengan benar, maka ia akan mudah melihat kebenaran, mengetahui petunjuk dan memutuskan sesuatu dengan benar.

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan tekah Kami turunkan bersama Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan…” (Al-Hadid)


Sesungguhnya Islam datang dengan membawa misi keadilan, keseimbangan, akhlak dan menuntun ke jalan yang lurus, sebagaimana Islam juga datang dengan membawa manhaj yang lurus, syariat yang diredhai dan agama yang suci.

“Dan demikianlah (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan…” (Al-Baqarah: 143)

Oleh kerana itu, keadilan merupakan tuntutan yang diutamakan sebagaimana ia diperlukan dalam penerapan hukum. Sesungguhnya agama ini dibina atas dasar kebenaran dan keadilan. Yakni; benar dalam memberikan berita-berita Ilahi dan adil dalam menetapkan sesuatu hukum, perkataan, perbuatan dan akhlak.

“Telah sempurnalah kalimah Rabbmu (Al-Qur’an) sebagai kalimah yang benar dan adil…” (Al-An’am: 15)


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com


Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Wednesday, August 15, 2007

Cintailah Rasulullah, Nescaya Anda Akan Menemui Kebahagiaan



Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus kepada umat manusia dengan membawa dakwah rabbaniyah dan tidak mempunyai kepentingan terhadap duniawi, tidak pernah dianugerahi gudang harta dan hamparan kebun buah yang luas dan tidak pula tinggal di istana yang megah perkasa. Namun demikian, ramai orang yang mencintai beliau bersumpah setia mengikuti ajaran yang dibawanya. Dan mereka tetap teguh memegang janji meskipun menghadapi pelbagai kesulitan dan ancaman. Pada saat itu, mereka adalah golongan minoriti, dan termasuk golongan yang tersingkir, belum lagi berbagai ancaman yang selalu mengintai dari kalangan orang-orang yang berada disekelilingnya. Akan tetapi, mereka tetap setia dan mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat pada ketika itu diboikot oleh masyarakatnya, ekonomi disekat, kehormatan mereka dihina, dimusuhi oleh kaum kerabat mereka sendiri dan mereka disakiti oleh masyarakatnya. Meskipun demikian, kecintaan mereka terhadap Muhammad tidak pernah goyah sejengkal pun.

Di antara mereka, ada yang pernah dijemur di tengah padang pasir yang panas, dikurung dalam penjara bawah tanah, dan diseksa dengan berbagai seksaan. Namun demikian, mereka tetap mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Segala yang mereka punyai seperti tempat tinggal, pekerjaan, keluarga dan harta telah dirampas. Mereka diusir dari tempat permainan mereka semasa kecil, tempat bergurau-senda semasa muda dan tempat keluarga mereka bersenandung mencurahkan kasih sayang. Meskipun demikian, ternyata mereka tetap mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kaum mukminin seringkali diseksa kerana dakwah yang mereka sampaikan. Jiwa mereka digoncang keras hingga hati mereka seakan naik ke tenggorokan, dari kerana sangat kerasnya cubaan yang menimpa mereka. Namun, kerana tetap berprasangka baik terhadap Allah, maka mereka pun tetap sangat mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Para pemuda mereka diancam dengan pedang terhunus, namun mereka tidak gentar sedikit pun. Bagi mereka, ratusan pedang di atas kepala mereka ibarat ranting pohon yang rendang.

Naungan pedang bagai rendang dedaunan

Di sekitarnya bunga tumbuh menghijau.

Pada masa itu setiap pemuda bersiap-sedia berangkat ke medan perang dengan gagah berani. Mereka pergi mendatangi kematian laksana sebuah temasya atau pesta di malam hari raya. Semuanya itu, adalah didorong oleh rasa kecintaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Seorang sahabat pernah diutus untuk membawa sepucuk surat masuk ke kawasan musuh, padahal sahabat itu sedar tentang risikonya bahawa kemungkinan dirinya tidak dapat kembali lagi ke dunia. Namun, dia tetap melakukan tugas tersebut. Terdapat pula seorang sahabat yang ketika diminta menjalankan suatu tugas, dia menyedari bahawa tugas itu adalah tugasnya yang terakhir. Namun dia tetap pergi dengan sukacitanya menjalankan tugas tersebut. Semua perkara yang mereka lakukan itu adalah kerana kecintaan mereka yang besar terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Akan tetapi, mengapa mereka begitu mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyukai dengan risalah yang baginda bawa, merasa tenteram dengan manhajnya, sangat gembira menyambut kedatangannya, dan mampu melupakan semua kesakitan, kesulitan, tentangan dan ancaman demi pengikutnya?

Semuanya itu adalah kerana mereka dapat melihat pada diri Nabi Muhammad terdapat semua makna kebaikan dan kebahagiaan, dan juga tanda-tanda kebajikan serta kebenaran. Baginda adalah petunjuk jalan bagi siapa sahaja yang menghadapi pelbagai masalah besar. Bahkan, sentuhan kelembutan adalah kasih-sayangnya, mampu memadamkan semua gejolak hati mereka, tutur katanya mampu menyejukkan dada siapa sahaja, dan dengan risalahnya mampu menghangatkan roh mereka.

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah berjaya menuangkan sifat keredhaan ke dalam jiwa setiap sahabatnya. Maka tidak mustahil apabila mereka tidak lagi memperhitungkan kesakitan yang mereka hadapi dalam menyampaikan dakwah. Dalam diri mereka telah dipancarkan keyakinan akan keagungan Islam, sehingga mereka melupakan setiap kelukaan, tekanan dan kesengsaraan itu.

Baginda berjaya meluruskan hati nurani mereka dengan tuntutannya, menyinari mata hati mereka dengan cahayanya, menyingkirkan unsur-unsur jahiliyyah dari leher mereka, pelana berhala telah turun dari punggung mereka, menanggalkan semua kalung kemusyrikan dari leher mereka, dan memadamkan semua api kedengkian dan permusuhan dari roh-roh mereka. Dan beliau juga berjaya menuangkan air keyakinan kedalam perasan mereka, sehingga jiwa rga mereka menjadi tenteram, badan mereka terasa nyaman, hati mereke terasa tenang, dan otot-otot saraf mereka terasa rileks.

Para sahabat menemui kenikmatan hidup ketika bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka merasakan hangatnya kasih-sayang dan ketulusan hati selama berdekatan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka dapat merasakan ketenteraman ketika berada di bawah payung ajarannya, mereka memperolehi keselamatan dengan mematuhi perintahnya dan mereka mendapat kekayaan batin dengan meneladai sunnah-sunnahnya.

“Dan, tidaklah Kami utuskan kamu kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya’: 107)

“…dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Asy-Syura: 52)

“… dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gelita kepada cahaya…” (Al-Ma’idah: 16)

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Al-Jumu’ah: 2)

“…dan membunag mereka dari beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka…” (Al-A’raf: 157)

“…penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu…” (Al-Anfal: 24)

“… dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya…” (Ali-‘Imran: 103)

Sesungguhnya mereka benar-benar telah merasai kebahagiaan sejati ketika bersama pemimpin dan suri tauladan mereka. Maka dari itu, mereka berhak berbahagia dan bergembira.

Wahai malam yang menakutkan

mengapa engkau tidak kembali lagi.

Masamu telah berlalu

dan telah menjadi masa lalu.

Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada si pembebas akal manusia dari belenggu-belenggu penyimpangan, dan si penyelamat jiwa dari malapetaka kesesatan. Kurniakanlah redhaMu kepada para sahabat yang mulia sebagai ganjaran atas apa yang mereka perjuangkan.



Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Peningkatan Diri Anda Matlamat Kami
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Tuesday, August 14, 2007

Singkirkan Kebosanan Dari Hidup Anda



Orang yang hidup mengekang diri dengan satu gaya hidup sudah tentu akan dilanda kebosanan. Ini adalah kerana, pada dasarnya jiwa manusia memang memiliki kecenderungan mudah merasa bosan. Tabiat dasar setiap manusia adalah tidak suka berada dalam satu keadaan yang sama. Oleh kerana itulah, maka Allah memutar zaman dan tempat bagi manusia, memberikan berbagai bentuk makanan, minuman, dan menciptakan makhluk yang beraneka ragam. Ada malam dan siang, ada dataran tinggi dan rendah, ada putih dan hitam, ada panas dan dingin dan ada manis dan masam. Keberagaman dan perbezaan ini seringkali disebut Allah dalam beberapa firmanNya. Di antaranya Allah menyebutkan bahawa:

“…dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya…” (An-Nahl: 69)

“…dari pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang…” (Ar-Ra’d: 4)

“…yang serupa (bentuk dan warnanya) tetapi tidak sama (rasanya)…” (Al-An’am: 141)

“… dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis (seperti jalan yang berwarna) putih dan merah yang beraneka warnanya…” (Fathir: 27)

“… dan masa-masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di anatara manusia…” (Ali-‘Imran: 140)

Malahan Bani Israil pernah merasa bosan dengan makanan mereka yang paling baik dan mengeluh pada Allah.

“…kami tidak boleh sabar (tahan) dengan satu macam makana saja…” (Al-Baqarah: 61)

Al-Makmun suatu ketika pernah dihinggapi rasa bosan di mana kadang-kala beliau membaca sambil duduk, sesekali dengan berdiri, dan pada saat yang lain sambil berjalan. Dan kerana itu pula dia pernah berkata: “Jiwa manusia itu dipenuhi dengan kebosanan.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah berfirman:

“(Iaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…” (Ali-‘Imran: 191)

Siapa yang bersedia merenung sejenak dan memikirkan sesuatu yang berhubung dengan ibadat, tentu dia kan menemui berbagai jenis dan ragam dalam bentuk dan makna yang terkandung di dalamnya. Dalam ibadat terdapat amalan qalbiyyah (yang berkaitan dengan hati), qauliyyah (yang berkaitan dengan perkataan), amaliyyah (yang berkaitan dengan tindakan), maliyyah (yang berkaitan dengan harta), solat, zakat, puasa, haji dan jihad. Bahkan, dalam solat, ada posisi berdiri, ruku’, sujud dan duduk.

Oleh kerana itu, sesiapa yang menginginkan kepuasan, semangat yang tinggi dan produktiviti, maka hendaklah ia mempelbagaikan di dalam pekerjaannya, membaca buku yang berbagai jenis dan menjalani kehidupan ini dengan beraneka kegiatan. Misalnya ketika membaca,ia perlu mempelbagaikan bacaannya, di antaranya Al-Qur’an, tafsir, sirah Rasulullah, hadith, fiqh, sejarah, sastera dan ilmu pengetahuan umum dan seumpamanya. Demikian pula dalam menjalankan kegiatan rutin harian, anda perlu menentukan bila waktu untuk beribadah, mencari hiburan, mengunjungi sahabat, menerima tetamu, berolahraga dan berekreasi. Dengan ini, nescaya jiwanya akan selalu merasa segar dan ceria, kerana dia melakukan kepelbagaian aktiviti dan merasakan keindahan dari sesuatu yang baru.

Kesenangan dan kesedihan adalah hal biasa

yang mengiringi kehidupan.

Semua itu tidak lain sekadar hiasan waktu

yang silih berganti.

Adakala ketika seorang manusia

dapat diselamatkan dari kematian

sedangkan di lain hari

sekelompok besar pasukan mati.



Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com


Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Friday, August 10, 2007

Siapakah Kita?



Siapakah orang yang sombong?

Orang yang sombong adalah orang yang di beri penghidupan tapi tidak mahu sujud pada yang menjadikan kehidupan itu iaitu Allah Rabbul Alaamin, Tuhan sekelian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan langit pada TuhanNya kecuali jin dan manusia yang sombong diri.

Siapakah orang yang telah mati hatinya?
Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi petunjuk melalui ayat-ayat Qur'an,Hadith dan cerita2 kebaikan namun merasa tidak ada apa2 kesan di dalam jiwa
untuk bertaubat.

Siapakah orang dunggu kepala otaknya?
Orang yang dunggu kepala otaknya adalah orang yang tidak mahu lakukan ibadat tapi menyangka bahawa Tuhan tidak akan menyiksanya dengan kelalaiannya itu dan
sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.

Siapakah orang yang kuat?
Orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan kemarahannya ketika ia di dalam kemarahan. Siapakah orang yang lemah? Orang yang lemah adalah orang yang melihat akan
kemaksiatan di depan matanya tidak sedikit pun ada kebencian di dalam
hatinya akan kemungkaran itu.

Siapakah orang yang bakhil?
Orang yang bakhil lagi kedekut adalah orang yang berat lidahnya untuk membaca selawat keatas junjungan Rasulullah s. a. w.

Siapakah orang yang buta?
Orang yang buta adalah orang yang tidak mahu membaca dan meneliti akan kebesaran Al Qur'an dan tidak mahu mengambil pelajaran daripadanya.

Siapakah orang yang tuli?
Orang yang tuli adalah orang yang di beri nasihat dan pengajaran yang baik namun tidak diendahkannya.

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a. s.

Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabbi Aku
redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang menangis airmata mutiara?
Orang yang menangis airmata mutiara adalah orang-orang yang sedang bersendiri lalu
mengingat akan kebesaran Tuhan dan menyesal akan dosa-dosanya lalu
mengalir airmatanya.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak loba akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang pandai?
Orang yang pandai adalah orang yang bersiap siap untuk hari kematiannya kerana dunia ini berusia pendek sedang akhirat kekal abadi

Siapakah orang yang bodoh?
Orang yang bodoh adalah orang yang beriya-
iya berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkan akhiratnya
diabaikan.

Siapakah orang yang maju dalam hidupnya?
Orang yang maju dalam hidupnya adalah orang-orang yang senantiasa mempertingkat ilmu
agamanya.

Siapakah orang-orang yang mundur hidupnya?
Orang yang mundur dalam hidupnya adalah orang yang tidak memperdulikan akan halal dan
haramnya akan sesuatu perkara itu.

Siapakah orang yang gila itu?
Orang yang gila itu adalah orang yang tidak sembahyang kerana hanya dua syarat saja yang memperbolehkan akan seorang itu meninggalkan sembahyang, pertama sekiranya ia haid
dan kedua ketika ia tidak siuman akalnya.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikkan.

Siapakah orang yang selalu ditipu?
Orang yang selalu di tipu adalah orang muda yang menyangka bahawa kematian itu berlaku hanya pada orang tua.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal
amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata
memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa
amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Image Hosted by ImageShack.us
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Manusia Bertanya,Quran Menjawab...




KENAPA AKU DIUJI?

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia
mengetahui org2 yg dusta."
(Surah Al-Ankabut ayat 2-3)

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu,
Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
(Surah Al-Baqarah ayat 216)

KENAPA SUSAH SANGAT UJIAN INI?
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. "
(Surah Al-Baqarah ayat 286)

RASA FRUST? TENSION? LEMAH SEMANGAT?
"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."
(Surah Al-Imran ayat 139)


BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah- daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu
berjaya (mencapai kemenangan). "
(Surah Al-Imran ayat 200)

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
(Surah Al-Baqarah ayat 45)


APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?

"Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ..
(Surah At-Taubah ayat 111)


KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. "
(Surah At-Taubah ayat 129)



ARGHHH AKU TAK TAHAN!!! AKU DAH BOSAN!!

"... .. dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
(Surah Yusuf ayat 12)


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Peningkatan Diri Anda Matlamat Kami
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Thursday, August 09, 2007

Kebahagiaan Itu Mudah Diraih



Di antara nikmat yang terbesar adalah kegembiraan, ketenteraman dan ketenangan hati. Ini adalah kerana, di dalam kegembiraan hari itu terdapat keteguhan fikir, produktiviti yang bagus dan keriangan jiwa. Ramai orang mangatakan: “Kegembiraan merupakan seni yang dapat dipelajari.” Barangsiapa yang mengetahui cara menghasilkannya, tentu akan merasa mudah meraihnya dan dapat memanfaatkan pelbagai kenikmatan dan kemudahan hidup, serta mampu menjadikan apa yang berada di sekitarnya sebagai serana dalam mencapai kebahagiaan hidup. Adapun perkara utama untuk meraih kebahagiaan adalah dengan meningkatkan daya ketahanan jiwa raga, tidak mudah goyah oleh goncangan-goncangan, tidak gentar dengan pelbagai peristiwa yang menerpa, dan tidak sibuk memikirkan perkara-perkara yang kecil dan remeh.begitulah, semakin kuat dan jernih hati seseorang, maka akan semakin bersinar pula jiwanya.

Hati yang sentiasa diliputi kekhuatiran; lemah tekadnya, rendah semangat dan sering berada di dalam kegelisahan, akan selalu diliputi dengan kecemasan, kedukaan dan kesedihan.oleh sebab itu, barangsiapa membiasakan jiwanya bersikap dengan kesabaran dan tahan terhadap segala perkara yang mencemaskan, nescaya setiap goncangan dan tekanan akan terasa ringan.

Jika seorang pemuda meningkatkan ketahanan diri
maka segala sesuatu akan berlalu
dan yang tersisa hanya kebahagiaan.

Di antara musuh utama kegembiraan adalah wawasan yang sempit, pandangan yang cetek, egoisme dan sikap melupakan keadaan alam seisinya tanpa mengambil pelajaran daripadanya. Dan Allah menyifatkan musuh-musuhNya sepertimana berikut:

“…mereka dicemaskan oleh diri mereka sendiri…” (Ali-‘Imran: 154)

Orang-orang yang berfikiran sempit, sentiasa melihat dunia ini menurut perspektif mereka sendiri. Mereka tidak pernah memikirkan pandangan orang lain, mereka merasa hidup hanyalah untuk kepentingan diri sendiri, dan sama sekali tidak memperhatikan kepentingan orang lain. Sesungguhnya di antara saya dan anda terkadang harus memperhatikan, tetapi suatu saat kita perlu menyisihkan waktu untuk menyibukkan diri dengan sesuatu kepentingan yang harus kita lakukan secara peribadi dan menjauhkan diri dari orang lain untuk menyembuhkan luka, dukacita dan kesedihan kita. Maka dengan demikian, kita akan memperolehi dua perkara sekaligus iaitu kebahagiaan diri dan kebahagiaan orang lain.

Suatu perkara utama yang perlu anda lakukan dalam meraih seni kebahagiaan ialah bagaimana mengendalikan diri dan menjaga fikiran anda. Sekiranya fikiran anda tidak dikendalikan, tentu fikiran anda akan terbawa ke mana-mana, begitu juga fail kesedihan yang tersimpan di dalam fikiran anda akan terbuka kembali dan buku kesedihan yang telah tertulis sejak anda dilahirkan dari perut ibu akan terbaca kembali. Sesungguhnya fikiran liar yang tidak terkendali itu hanya akan menghidupkan kembali luka lama, bahkan juga mencemaskan masa hadapan. Ia juga dapat membuatkan tubuh gementar, melenyapkan jati diri dan perasaan terbakar. Oleh kerana itu, kendalikan fikiran anda kea rah yang lebih baik dan mengarah pada perbuatan yang bermanfaat.

“Dan, bertawakkallah kepada Dzat Yang Maha Hidup dan tidak pernah mati…”
(Al-Furqan: 58)

Perkara utama dan juga penting dalam mempelajari seni kegembiraan adalah bahawa anda harus menempatkan kehidupan ini sesuai dengan keadaannya yang sebenar. Bagaimanapun,kehidupan ini laksana permainan yang harus diwaspadai kerana dunia ini adalah pusat terjadinya segala kekejian, kepedihan dan bencana. Jika demikianlah sifat-sifat dunia, maka mengapa ia harus diberikan perhatian dan bersedih di atas kehilangannya? Keindahan hidup di dunia ini seringkali palsu, janji-janjinya hanya fatamorgana belaka, apa yang terlahir pasti akan lenyap, orang yang menjadi tuan di dunia akan didengki, dan orang yang mendapat nikmat akan dibenci dan kekasih tercinta suatu ketika akan membunuh dengan kepergiannya.

Bapa kami membangun ummah
sedang kami adalah penghuninya.
Setiap saat terdengar burung gagak.
Kami menangis di dunia ini
dan tidak terikat dengannya
sedangkan bagi mereka
dunia telah mengumpulkan mereka
dan tidak terpisahkan.
Lantas di manakah
para penguasa yang sombong itu.
Mereka mengumpulkan harta
seolah akan dibawa mati.
Mereka tidak meyisakan buat orang lain
yang hidup dalam kesempitan.
Begitu terus sehingga tubuh dihimpit tanah
dalam liang lahad.
Mereka membisu dalam kesombongan
seolah tidak tahu sama sekali.
Sesungguhnya setiap kalimah mereka
adalah kemutlakan yang harus dituruti.

Dalam sebuah hadith disebutkan:

“Sesungguhnya ilmu itu didapati hanya dengan cara mempelajari; dan keramahan itu diperolehi dengan cara membiasakan bersikap sopan.”

Dalam ilmu peradaban disebutkan bahawa kegembiraan itu tidak datang begitu sahaja; harus diusahakan dan dipenuhi segala sesuatu yang menjadi prasyaratnya. Lebih dari itu, untuk mencapai kebahagiaan anda harus menahan dari sesuatu yang tidak bermanfaat. Begitulah cara membina jiwa agar sentiasa bersedia di ajak mencari kebahagiaan.

Kehidupan di dunia ini sebenarnya tidak berhak membuat kita bermuram durja, mengeluh dan lemah semangat. Sebuah syair mengatakan:

Hukum kematian telah berlangsung di muka bumi.
Apalah dunia ini dibandingkan dengan rumah nanti.
Saat kau melihat manusia di dalamnya bercerita.
Kau kumpulkan cerita dari berbagai sumber cerita.
Cerita itu kau cetak di atas kotoran
sedang kau menginginkannya suci dari segala debu dan kotoran.
Mengumpulkan hari-hari
adalah berlawanan dengan sifat alaminya
sama dengan meminta bara api di genangan air.
Bila kau mengharap kemustahilan
kau telah membangunkan harapan
di tepi jurang yang runtuh.
Usirlah keraguan yang ada di dirimu secepatnya.
Kehidupan yang kau miliki
adalah selembut dari beberapa lembaran.
Mereka berpacu mengejar kuda perkasa
bergegas agar dapat kembali
sampai mereka cacat.
Tidak mungkin kau meraih kejayaan
dalam suatu zaman
jika kau menyerah
sebab watak zaman adalah melawan kebebasan.

Dan pada hakikatnya, anda tidak mampu melepaskan diri dari pengaruh kesedihan, keran kehidupan ini memang diciptakan penuh dengan kesedihan.

“ Kami telah menciptakan manusia dalam suah payah.” (Al-Balad: 4)

“Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dari setitis mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya…”(Al-Insan: 2)

“…supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya...”
(Al-Mulk: 2)

Namun demikian, hal ini tidaklah bererti anda harus tenggelam dalam kesedihan. Usahakanlah agar kesedihan, kecemasan dan kedukaan anda itu dapat dikurangi dan lebih ringan dirasakan. Adapun tempat yang tiada kesedihan sama sekali hanyalah di syurga yang penuh dengan kenikmatan. Oleh kerana itu, orang-orang yang memperolehi nikmat di dalam syurga berkata:

“…segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dukacita dari kami…” (Fathir: 34)

Ini merupakan dalil bahawa kesedihan tidak akan lenyap dari seseorang kecuali apabila kita sudah berada di syurga kelak. Demikian juga kebencian tidak akan lenyap kecuali setelah manusia masuk syurga.

“Dan, Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada di dalam hati mereka…”
(Al-Hijr: 47)

Maka barangsiapa mengetahiu keadaan kehidupan dunia dan sifatnya, nescaya ia akan dapat menghadapi setiap rintangan dan menyikapi tabiatnya yang kasar dan pengecut itu. Dan kemudian, ia akan menyedari bahawa demikianlah sifat dan tabiat dunia ini.

Kenikmatan dunia seperti bersumpah
bahawa dia tidak akan berkhianat.
Seolah-olah dunia mengatakan
bahawa dia tidak mungkin akan binasa.

Jika benar dunia seperti yang kita gambarkan di atas , segala urusan seperti yang telah kami sebutkan, sebaiknya kita menyaring segala sesuatu yang ada di dunia ini agar kita tidak terpengaruh olehnya. Dengan demikian, kita tidak menyerah terhadap dunia yang penuh dengan kekotoran, kecemasan, kedukaan dan kesedihan. Bahkan sebaliknya, mereka harus melawan semuanya itu dengan seluruh kekuatan yang telah Allah kurniakan kepadanya.

“Dan, siapkanlah untuk menghadapi untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu…” (Al-Anfal: 60)

“… mereka tidak menjadi lemah kerana bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).” (Ali-‘Imran : 146)

Renungan

Jangan bersedih, sekiranya anda hidup miskin, betapapun masih terdapat orang di sekeliling anda yang hidup dililit hutang! Jangan bersedih kerana tidak mempunyai kenderaan, sebab masih ramai orang di sekeliling anda yang kakinya kudung. Jangan bersedih keran suatu penyakit, betapapun masih ramai orang selain anda yang mungkin telah bertahun-tahun terbaring di atas katil. Jangan bersedih kerana anda kehilangan seorang anak, sebab masih ada orang lain yang telah kehilangan beberapa orang anaknya dalam suatu kecelakaan sekaligus.

Jangan bersedih, keran anda seorang muslim yang beriman kepada Allah, para rasulNya, malaikatNya, kitab-kitabNya, hari kiamat dan qadha’ serta qadar yang baik dan yang buruk! Kerana, masih ramai orang kafir yang mengingkari Allah, mendustakan rasul-rasulNya, meyimpang dari ajaran kitab suci, dan mengingkari hari kiamat, serta tidak mempercayai qadha’ dan qadar.

Jangan bersedih! Sekiranya anda telah berbuat dosa, segeralah bertaubat; sekiranya anda telah melakukan kejahatan, mintalah keampunanNya; dan sekiranya anda telah melakukan kesalahan, perbaikilah kesalahan itu. Bagaimanapun, rahmat dan kasih-sayang Allah itu teramat luasnya, pintu rahmatNya terbuka luas dan keampunanNya sentiasa melimpah-ruah dan taubat yang anda lakukan pasti diterima.

Jangan bersedih, kerana anda sendirilah yang menggerakkan saraf anda, mengubah keadaan anda, meletihkan hati anda mengganggu tidur anda dan menbangunkan malam-malam anda.

Seorang penyair berkata:

Terkadang bencana
membuat sesak dada seorang pemuda
sedang hanya Allah Yang memiliki jalan keluar.
Setiap peristiwa terasa berperanan
dalam menyesakkan dadanya.
Sehingga ia mengira tidak ada jalan keluar
dari bencana itu.


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com


Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Wednesday, August 08, 2007

Ilmu Pengetahuan Dapat Membuat Bahagia



Firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala di dalam surah An-Nisa’ ayat 113:

“… dan Dialah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah kurnia Allah itu sangat besar.”

Kebodohan itu adalah tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan mensia-siakan umur.

“ …sesungguhnya Aku mengingatkan kepadamu supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (Hud: 46)

Sebaliknya, ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, menghidupkan jiwa dan pemacu semangat.

“Dan apakah orang yang mati itu kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap-gelita yang berkali-kali tidak dapat keluar daripadanya:…”(Al-An’am: 122)

Sesungguhnya kebahagiaan dan keceriaan itu datang bersama ilmu pengetahuan. Itu, kerana ilmu mampu mengubah sesuatu yang tidak jelas, menemukan sesuatu yang telah hilang, dan menyingkap sesuatu yang tersembunyi. Dengan ilmu, jiwa manusia akan memperolehi ilmu pengetahuan yang baru dan selalu ingin mengkaji pengetahuan yang lain.

Kebodohan itu sangat membosankan dan menyedihkan. Ini adalah kerana, ia tidak pernah menimbulkan sesuatu yang baru yang lebih menarik dan segar, di mana yang kelmarin terasa bagaikan seperti hari ini, dan yang hari ini pula bagaikan hari esok.

Sekiranya anda inginkan kebahagiaan, maka tuntutlah ilmu, carilah ilmu pengetahuan dan raihlah pelbagai manfaatnya, nescaya hilanglah segala kesedihan, kepedihan dan kecemasan.

“…dan katakanlah: Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (Thaha:114)

“Bacalah dengan nama Rabbmu Yang Menciptakan.” (Al-Alaq: 1)

“Siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi baik, nescaya Dia akan fahamkan tentang agama (Islam).” (Al-Hadith)

Janganlah seseorang merasa sombong dengan harta atau kedudukannya, sedangkan dia seorang yang tiada berpengetahuan sedikit pun. Sesungguhnya kehidupannya tiada kesempurnaan dan umurnya tiada memberikan manfaat.
“Adakah orang yang mengetahui bahawasanya apa yang diturunkan kepadamu itu benar sama dengan orang yang buta…” (Ar-Ra’d: 19)

Az-Zamakhsyari, dalam sebuah syairnya berkata:

Berjaga malam kerana mencari ilmu
lebih nikmat begitu daripada kekayaan
dan kepuasan yang telah kucapai.
Perputaran roda kehidupan
telah melemparkan ke dalam kesulitan
namun itu lebih menyenangkan
sebab aku baru belajar menyelesaikan masalah.
Suara goresan pena di atas kertasku
lebih merdu daripada alunan lagu kesamaran
lebih indah daripada tabuhan rebana remaja puteri
sedangkan lembaran tulisanku
menebarkan butiran pasir hikmah.
Wahai kalian semua
raihlah harapan dan mimpimu
seberapa pun jarak penulis dengan bukunya.
Haruskah aku tetap tertidur selama dua bulan
Sehingga mimpiku menjadi kenyataan?

Betapa mulianya ilmu pengetahuan dan betapa gembiranya jiwa seseorang yang menguasainya. Betapa sejuknya dada yang disiramnya dan betapa gembira perasaan ini menyambut kehadirannya.

“Maka apakah orang yang berpegang teguh pada keterangan yang datang dan Rabbnya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk dan mengikuti hawa nafsunya?” (Muhammad: 14)


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Image Hosted by ImageShack.us
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Sunday, August 05, 2007

Kesengsaraan Itu Penuh Hikmah



Tidak selamanya rasa sakit itu tidak berharga, sehingga harus dibenci. Kerana kemungkinan rasa sakit itu justeru akan mendatangkan kebaikan bagi seseorang.

Sesungguhnya, ketulusan sebuah doa muncul tatkala kesakitan yang perit dan ketulusan tasbih yang sentiasa terucap datang dari hati yang sakit. Begitu juga penderitaan dan bebanan yang dialami oleh seseorang pelajar untuk menuntut ilmu, yang pada akhirnya menjadikan seorang pelajar itu seorang ilmuan yang terkemuka. Demikianlah, kerana dia telah bersusah-payah di awal perjalannya, sehingga dia boleh menikmati kesenangan di akhirnya. Usaha keras seorang penyair memilih kata-kata untuk bait-bait syairnya telah menghasilkan sebuah karya sastera yang sangat menawan. Sakit hatinya telah menyentuh hati dan urat saraf serta membuat darahnya bergemuruh, kemudian gejolak jiwa itu mengarahkan pemikirannya untuk merangkai kata-kata yang indah. Usaha keras seorang penulis telah menghasilkan tulisan yang sangat menarik dan penuh dengan pengajaran, contoh-contoh dan petunjuk.

Seorang pelajar yang hidup berpoya-poya, tidak aktif, tidak pernah menghadapi masalah dan tidak pernah ditimpa musibah, kemungkinan besar dia akan menjadi orang yang malas, enggan bergerak dan mudah putus asa.

Seorang penyair tidak pernah merasa sakit hati dan pahit getirnya sebuah kehidupan, maka untaian syair-syairnya hanya akan terasa hambar dan hanya terisi dengan kumpulan kata-kata murahan yang tidak bernilai. Ini adalah kerana syair-syairnya hanya keluar dari lisannya, bukan dari perasaannya. Apa yang dia utarakan hanya terbatas kepada pemikirannya sahaja dan bukan dari hati nuraninya.

Contoh pola kehidupan yang paling baik adalah kehidupan kaum mukminin generasi awal, iaitu mereka yang hidup pada masa kerasulan, kelahiran agama ini. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keimanan yang kukuh, hati yang terbaik, bahasa yang bersahaja dan ilmu yang luas. Semua itu mereka perolehi kerana mereka hidup dalam masa yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan. Mereka pernah menderita kelaparan, miskin, diusir, disakiti dan rela meninggalkan semua yang dicintai, diseksa, bahkan dibunuh. Dan kerana semua itu pula mereka menjadi orang-orang pilihan, mereka menjadi tanda kesucian, panji kebajikan dan menjadi symbol pengorbanan.

“…yang demikian itu ialah kerana mereka ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang menbangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suaru bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal soleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (At-Taubah: 120)

Ramai orang di dunia ini berjaya menghasilkan karya terbaik, kerana mereka pernah merasakan penderitaan. Al-Mutanabbi misalnya, dia pernah mengidap rasa demam yang amat sangat, kemudian bersenandung dengan indah:
Orang yang mengunjungiku
Seakan memendam rasa malu.
Mereka tidak mahu mengunjungiku
Kecuali dalam kegelapan.

An-Nabighah sempat diancam akan dibunuh oleh Nu’man bin Al-Mundzir sebelum akhirnya mempersembahkan bait syair berikut ini:

Kaulah matahari dan para raja adalah bintang.
Bila kau muncul
bintang pun tak akan memancarkan cahayanya.

Di dunia ini, ramai orang yang kaya kerana mereka mampu menjadikan penderitaan sebagai perantara mencapai kekayaan. Oleh kerana itu, jangan takut dengan penderitaan dan jangan khuatir dengan kesengsaraan, kerana terkadang penderitaan itu justeru memberikan kekuatan bagimu dan akan menjadi sebuah kenikmatan pada suatu hari nanti. Jika anda hidup dengan hati yang membara, terbakar dan jiwa yang bergelora kerana penderitaan, akan lebih baik dan lebih terhormat daripada hidup dengan perasaan yang dingin, semangat yang layu dan jiwa yang lemah.

“…tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At-Taubah: 46)

Saya teringat seorang penyair yang sentiasa hidup dalam kesengsaraan, keputusasaan dan penderitaan. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, dia sempat melantunkan sebuah puisi yang begitu menyentuh hati dan jauh dari kata-kata yang berlebihan. Dialah Malik bin Ar-Rayyib. Sambil meratap dia bersyair:

Apakah kalian melihatku
yang telah menjual kegelapan
dengan cahaya hidayah?
Aku berperang sebagai perajurit Ibnu ‘Affan.
Hanya bagi Allah ku pasrahkan permata hatiku
ketika aku meninggalkan anak dan hartaku
di sisi dua jurang.
Wahai para sahabatku
perjalanan hidupku telah mendekati maut.
Saatnya bagiku untuk tidur sepanjang malam.
Hidupku hanya tinggal hari ini
atau tersisa sebahagian malam.
Maka janganlah kalian mempercepatkan kepergianku
kerana segalanya kini sudah jelas
pembaringanku tergores hujung gigi
setaip kali ku miringkan tubuhku
sedangkan hujung kainku
selalu basah oleh air mata.
Janganlah kalian benci diriku.
Semoga Allah memberkati kalian berdua
di bumi mana pun kalian berada.

Hingga akhir suaranya yang bergetar tergambar ratapan yang pedih dan raungan kesedihan.suarnya menggambarkan betapa kepedihan itu meluap dari hati seorang penyair yang mengalami sendiri kepedihan dan kesengsaraan hidup. Ia tidak ubah seumpama penasihat yang juga pernah merasakan apa yang ia ucapkan. Dan kebiasaannya, perkataan atau nasihat orang seumpama ini akan masuk ke dalam kalbu dan meresap ke dalam roh yang paling dalam. Semua itu adalah kerana ia mengalami sendiri kehidupan pahit dan bebanan berat yang ia bicarakan.

“…maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (Al-Fath: 18)

Seorang penyair mengatakan:

Jangan kau salahkan
orang merindu dengan kerinduannya
sehingga kau mampu menyelami jiwanya.

Saya telah banyak menemui syair-syair yang terasa sangat dingin, tidak hidup dan tiada mempunyai roh. Ini adalah kerana kata-kata yang terucap dalam bait-bait itu bukanlah terbit dari sebuah pengalaman peribadi seorang penyair, tetapi ianya adalah sesuatu yang dikarang dan direka-reka dalam aura kesenangan. Jadilah syair-syair yang demikian itu tidak ubahnya seperti potongan-potongan ais dan bongkahan-bongkahan tanah; dingin dan tawar.

Saya juga pernah membaca karangan-karangan yang berunsur nasihat yang sedikit pun tidak mampu menggerakkan hati orang yang mendengarkannya, bahkan masihat itu tidak bermanfaat sama sekali. Ini adalah kerana nasihat-nasihat itu tidak lahir dari mulut seseorang yang pernah mengalami dan menghayati suatu kesedihan dan kesengsaraan.

“…mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya…” (Ali-‘Imran: 167)

Sekiranya anda ingin ucapan dan syair anda menyentuh hati pembacanya, maka masuklah terlebih dahulu ke dalamnya, kemudian sentuhlah, rasakanlah dan resapilah, nescaya anda akan merasakan sendiri bahawa ucapan dan syair anda tadi mampu mempengaruhi orang lain.

“…kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj: 5)


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com


Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai

Friday, August 03, 2007

Tersenyumlah



Tertawa sewajarnya merupakan ubat kecemasan dan penglipur kesedihan. Dalam senyuman terdapat kekuatan yang menakjubkan dalam membuat jiwa bergembira dan menyenangkan hati. Bahkan, kerana itu Abu Darda’ Radhiyallaahu ‘anhu sempat berkata: “Sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku.” Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri sesekali akan tertawa hingga tampak gerahamnya. Begitulah tertawanya orang-orang yang berakal dan cerdas yang membawa akibat positif bagi jiwa dan menjadi penawar bagi hati yang resah.

Tertawa adalah merupakan puncak kegembiraan, keceriaan dan keriangan asalkan yang demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan dan tidak dimaksudkan dengan mengejek atau mencemuh sebagaimana dikatakan dalam pepatah:

“Janganlah terlalu banyak tertawa, kerana terlalu banyak tertawa akan mematikan hati.”

Yakni; tertawalah sewajarnya saja sebagaimana dikatakan juga dalam pepatah yang berbunyi:

“Senyummu kala bertemu saudara bernilai sedekah.”

Bahkan, tertawalah sebagaimana Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam:

“…ia tertawa kerana (mendengar) perkataan semut itu.” (An-Naml: 19)

Dan janganlah ketawa sinis dan sombong sebagaimana dilakukan orang-orang kafir.

“Tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta-merta mereka mentertawakannya.” (Az-Zukhruf: 47)

Dan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada penghuni syurga adalah tertawa.

“Maka pada hari ini orang-orang yang beriman mentertawakan orang-orang kafir.” (Al-Muthaffifin: 34)

Orang Arab suka memuji orang yang murah dengan senyuman dan selalu tampak ceria. Menurut mereka, perangai yang demikian itu merupakan pertanda kelapangan dada, kedermawanan, kemurahan hati , kemuliaan dan kesejukan hati.

Tertawa renyah
Terasa menyenangkan lagi dermawan
dan akan lebih menyenangkan
jika ditujukan kepada peminta

Dalam kitab Harim, Zuhair bersyair:
Kau akan melihat sendiri kecerian wajahnya
jika kau bertemu dengannya.
Seolah kau memberikan kepadanya sesuatu
yang kau sendiri memerlukannya.

Pada dasarnya, Islam sendiri dibangunkan atas dasar keseimbangan dan keadilan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak mahupun tingkah-laku. Oleh kerana itu, Islam tidak mengenal kemuraman yang menakutkan orang yang melihatnya, dan ketawa yang terbahak-bahak. Akan tetapi sebaliknya, Islam sentiasa mengajar supaya menampilkan wajah yang tenang, selalu berseri dan enak dipandang sehingga menyenangkan orang yang memandang.

Abu Tamam mengatakan:

Jiwaku menjadi penebus Abu Ali.
Dialah fajar harapan dan bintang renungan.
Kejenakaannya mampu membangkitkan semangat.
Bahkan terkadang dia mampu membuat orang
yang sebelumnya tidak pernah merasakan senang
menjadi riang gembira.

Muram yang durja dan muka yang masam adalah cermin dari jiwa yang kacau tidak keruan, fikiran yang berkecamuk dan perangai yang buruk:

“Sesudah itu dia bermasam muka dan merengut.” (Al-Muddatstsir: 22)

Seorang penyair mengatakan:

Wajah mereka hitam legam penuh kemurungan
seolah wajah orang
yang dipaksa masuk ke dalam neraka.
Mereka itu tidak seperti orang ramah
yang pernah kau jumpai.
Pancaran raut wajah laksana bintang
yang mengiringi setiap perjalanan.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Meskipun sekadar menampakkan wajah yang ceria saat kau bertemu saudaramu.”

Dalam Faidhul Khathir, Ahmad Amin berkata: “Orang yang murah dengan senyuman dalam menjalani hidup ini bukan sahaja orang yang paling mam[pu membahagiakan diri sendiri, tetapi juga orang yang berkemampuan lebih dalam mengerjakan berbagai urusan, lebih bertanggunggjawab ketika memikul tugas, orang yang paling kuat menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan dan lebih professional dalam memikul urusan penting yang bermanfaat bagi diri mereka dan masyarakat.

Seandainya saya disuruh memilih di antara harta yang banyak atau kedudukan yang lebih tinggidengan jiwa yang tenteram damai dan selalu tersenyum, pastilah saya memilih yang kedua. Sebabnya ialah, apa ertinya harta yang banyak bila wajah selalu muram? Apa ertinya pangkat dan kedudukan sekiranya jiwa sering cemas? Apa ertinya segala yang ada di dunia ini, bila perasaan sering bersedih seumpama orang yang baru sahaja selesai daripada menghantar jenazah kekasihnya? Apa erti kecantikan seorang isteri sekiranya sering berwajah muram dan hanya membuatkan suasana rumahtangga seperti neraka sahaja? Tentulah, seorang isteri yang tidak terlalu cantik akan menjadi seribu kali lebih baik sekiranya dia mampu menjadikan suasana rumahtangganya laksana syurga setiap saat.

Senyuman tidak akan berharga sekiranya tidak terbit dari hati yang tulus dan untuk menutupi perangai yang tidak baik. Lihatlah setiap bunga tersenyum, hutan tersenyum, sungai dan lautan, langit, bintang-bintang dan burung-burung, semuanya tersenyum. Dan manusia, sesuai dengan watak dasarnya adalah makhluk yang suka tersenyum jikalau dalam dirinya tidak menonjolkan penyakit tamak, jahat dan egoisme yang sering membuat raut wajah tampak kusut dan muram.Raut wajah seseorang adalah bisikan gambaran keadaan jiwanya. Oleh kerana itu, tidak akan tampak keindahan pada orang yang jiwanya tidak tenang dan tidak akan ada kebenaran dari orang yang hatinya kotor.

Setiap manusia melihat dunia ini sesuai dengan perbuatan, fikiran dan dorongan hidupnya. Yakni; apabila amal perbuatannya baik, fikirannya bersih dan motivasi hidupnya suci, maka dia akan melihat dunia ini bersih dan indah sebagaimana dunia ini diciptakan. Jika terjadi sebaliknya, dunia akan gelap-gelita dan dia melihat segala sesuatu terasa hitam pekat.

Dan akhirnya, terbentuklah dua sisi jiwa, pada satu sisi ada jiwa yang dapat membuat sesuatu terasa sengsara, di sisi yang lain pula ada jiwa yang mampu menciptakan sesuatu menjadi bahagia. Misalnya, terdapat seorang wanita di dalam sebuah rumah, waktunya dihabiskan dengan mencari dan mengingati kesalahan dirinya sehingga dunia pun terasa gelap. Hanya kerana sebuah piring pecah, dia marah. Hanya kerana masakan terlebih garam atau dia mendapati secarik kertas tercicir di dalam biliknya, seketika itu menjadi marah dan mengumpat. Dia menyalahkan setiap orang yang berada di rumah, seakan-akan dia percikan api yang selalu siap menyambar siapa sahaja yang ada berdekatannya.

Ada pula seorang lelaki yang acapkali membuat hidupnya dan orang-orang disekelilingnya terasa berat dan sengsara hanya dikeranakan dirinya salah dalam memahami atau mengertikan maksud perkataan orang lain. Dia juga merasa terganggu dengan kerugian yang dideritainya dan keuntungan yang tidak seperti mana yang diharapkannya atau sejenisnya. Akhirnya dunia terasa hitam kelam, kemudian dia pun menyebarkan kekelaman itu kepada orang yang berada di sekitarnya. Dan orang-orang seperti ini mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam menyebarkan keburukan. Dia menjadikan sesuatu yang hanya sebesar biji menjadi sebesar kubah, dari sebesar benih hingga sebesar pohon. Sehingga akhirnya, dia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melakukan kebaikan, tidak pula merasa gembira dengan apa yang mereka berikan walaupun banyak dan mereka tidak pernah merasa puas dan senang dengan sebanyk manapun pemberian yang pernah mereka terima.

Hidup ini adalah seni dan seni dapat dipelajari dan ditekuni. Sebaiknya manusia berusaha dan penuh kesungguhan belajar tentang bagaimana menghasilkan bunga-bunga, wewangian dan cinta sepanjang hidupnya. Itu lebih baik daripada ia terus memerah tenaga dan waktunya hanya untuk mengumpul harta di saku atau gudangnya. Bagaimanapun, apa erti kehidupan ini jika hanya bertujuan untuk mengumpulkan harta-benda dan tidak dimanfaatkan sedikit pun untuk meningkatkan kualiti kasih-sayang, cinta, keindahan dalam hidupnya.

Ramai orang yang tidak mampu melihat keindahan hidup ini. Mereka hanya membuka matanya untuk dirham atau dinar semata dan berusaha agar mereka boleh berjalan di dalam kebun yang lebat, bunga-bunga yang cantik mempersona, air jernih yang bergemericik, burung-burung yang berkicau riang. Akan tetapi, mereka tidak pernah berupaya bagaimana membuat hati mereka bahagia.mereka hanya sibuk menghitung berapa dinar yang masuk dan berapa dinar yang keluar. Wang bagi mereka adalah satu-satunya alat untuk mencapai hidup bahagia. Mereka telah memutarbalikkan keadaan dengan menjual kehidupan yang bahagia ini demi memperolehi wang. Struktur mata kita telah diciptakan Allah sedemikian rupa dan unik agar kita dapat melihat keindahan ciptaanNya. Namun, ternyata kita seringkali membiasakannya hanya untuk melihat wang dan rakus terhadap wang.

Tiada yang membuatkan jiwa dan wajah menjadi muram selain keputusasaan. Maka jika anda menginginkan senyuman, tersenyumlah terlabih dulu dan perangilah keputusasaan. Sesungguhnya kesempatan terbentang luas bagi anda dan semua manusia. Ertinya: Anda sering mempunyai kesempatan untuk meraih kejayaan dalam hidup. Oleh kerana itu, biasakan fikiran anda agar selalu optimis dan yakin akan masa depan yang lebih baik.

Sekiranya anda berkeyakinan bahawa anda adalah orang yang hanya berkemampuan untuk mengurusi perkara-perkara yang kecil, bererti kehidupan anda tidak akan melebihi perkara-perkara kecil sahaja dalam hidup ini. Tetapi sebaliknya, sekiranya anda berkeyakinan bahawa anada orang yang berkemampuan melakukan perkara-perkara yang besar, nescaya anda akan memiliki semangat dan tekad yang besar yang akan mampu menghancurkan semua aral dan rintangan. Dengan semangat itu, anda akn dapat menembus setiap tembok penghalang dan memasuki lapangan kehidupan yang sangat luas untuk suatu tujuan yang mulia. Ini dapat kita saksikan dalam banyak kenyataan hidup.

Barangsiapa yang dapat menyertai lumba lari 100 meter misalnya, dengan perasaan malas, pasti dia akan berhenti di tengah jalan. Sebaliknya, orang yang menyertai lumba lari 400 meter dengan semangat yang tinggi, maka dia tidak akan merasa letih menjalani setiap meter yang dilaluinya. Ertinya: semangat dapat mendorong seseorang mancapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh yang demikian, tentukan tujuan anda dan tumbuhkan keyakinan diri dalam meraih sesuatu yang sukar sekalipun.

Namun demikian, anda tidak mungkin berjaya meraih cita-cita sekiranya anda sentiasa membuat perancangan baru setiap hari. Ini adalah kerana perasaan putus asa, patah semangat, sering berpandangan negative terhadap segala sesuatu, menyibukkan diri dengan mencari aib dan kesalahan orang lain, dan besar mulut hanya akan menghambat langkah, menciptakan kemuraman dan menempatkan jiwa di dalam sebuah penjara yang gelap.

Penerimaan seseorang terhadap sesuatu perkara tidaklah sama dengan penerimaannya terhadap pembimbingnya yang telah berjasa mengembangkan dan mengarahkan bakat alamiyyahnya, meluaskan cakerawala pemikirannya, menanamkan kebiasaan ramah dan murah hati dalam dirinya, mengajarkan kepadanya bahawa sebaik-baik tujuan hidup adalah berusaha menjadi sumber kebaikan bagi masyarakatnya sesuai dengan kemampuannya, mengarahkannya agar sentiasa menjadi matahari yang memancarkan cahaya, kasih-sayang dan kebaikan, dan yang telah membimbingnya agar memiliki hati yang penuh dengan rasa belas kasih, berperikemanusiaan serta merasa senang berbuat baik kepada siapa sahaja yang berhubung dengannya.

Jiwa yang sentiasa tersenyum akan melihat kesulitan dengan tenang sambil berusaha mengatasinya. Jika mereka melihat sebuah persoalan, mereka tersenyum. Mereka turut tersenyum ketika sedang berusaha mengatasi persoalan dan tetap tersenyum ketika mampu mengatasinya. Sebaliknya, jiwa yang muram akan melihat kesulitan dengan kesedihan. Setiap kali menemui kesulitan, dia akan meninggalkannya atau menbesar-besarkannya, semangatnya mulai lemah dan membuat dalih dengan kata-kata: “kalau…” “bila….” dan “jika…”.

Akhirnya, dia akan menyalahkan waktu, padahal waktu yang diumpatnya merupakan ciptaannya sendiri, yang berasal dari emosi dan kebiasaan buruknya. Dia menginginkan kejayaan di dunia ini, tetapi anehnya dia tidak mahu membayar harganya. Orang seperti ini ibarat seseorang yang hendak berjalan tetapi selalu dibayangi oleh seekor singa yang siap menerkam dirinya dari belakang. Akibatnya, dia hanya menunggu langit menurunkan emasnya atau bumi mengeluarkan kandungan harta karunnya. Kesulitan-kesulitan dalam kehidupan ini merupakan perkara yang relative (tidak mutlak). Yakni; segala sesuatu akan terasa sulit bagi jiwa yang kerdil, tapi bagi jiwa yang besar tiada istilah kesulitan baginya. Jiwa yang besar akan semakin besar kerana mampu mengatasi kesulitan-kesulitan itu. Sementara jiwa yang kecil akan semakin sakit kerana sering melarikan diri dari kesulitan itu. Sesungguhnya kesulitan itu ibarat anjing yang liar. Apabila ia melihat anda, kemudian anda ketakutan lari, tentu ia akan menyalak dan mengejar anda. Sebaliknya, bila ia memandang anda, tetapi anda berpura-pura tidak memperhatikannya dan menyorotkan pandangan mata anda kepadanya, tentu ia akan menyingkir dan merasa takut.

Penyakit yang paling mematikan jiwa adalah perasaan rendah diri. Penyakit ini boleh menghilangkan kepercayaan diri dan keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri. Oleh itu, walaupun dia berani melakukan suatu pekerjaan, dia tidak akan pernah yakin dengan kemampuan dan kejayaan dirinya. Dia juga melakukannya tanpa perhitungan yang matang, dan akhirnya gagal. Kepercayaan diri adalah merupakan sebuah anugerah yang sangat besar. Ia merupakan tiang kejayaan dalam kehidupan ini. Kepercayaan diri tidak sama dengan keangkuhan yang termasuk di dalam sikap yang tercela. Perbezaan di antara keduanya ialah keangkuhan merupakan perasaan percaya kepada kemampuan diri yang berdasarkan pada khayalan dan kesombongan belaka,sedangkan percaya diri pula adalah keyakinan akan kemampuan diri yang berdasarkan pada kemampuannya memikul tanggungjawab disertai dengan niat yang kuat dan usaha yang gigih untuk memperbaiki suatu perkara.

Iliyya Abu Madhi berkata dalam puisinya:

Dia berkata: “Langit sedih dan terlihat murung.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Biarkan kemurungan itu ada di langit!”
Dia berkata: “Kesamaran telah merasuk!”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Dukacita tidak akan pernah kembali, sebab ia telah mati”
Dia berkata: “Langit di angkasa telah menyatu dengan cinta yang berkobar dalam dadaku dan telah menjadi neraka Jahannam. Dia khianati janji setelah merenggut hatiku. Lantas bagaimana aku sanggup tersenyum?”
Aku berkata: “ Tersenyumlah dan bersenanglah! Kalau kau tetap bersama kesedihan, akan kau habiskan seluruh umurmu dalam kepedihan!”
Dia berkata: “Perniagaan mendekati kerugian seperti seorang musafir yang hampir mati kehausan atau seperti singa yang haus darah. Dia meludah darah setiap kali menjulurkan lidah.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Kau bukanlah penyebab kesembuhannya, kecuali bila kau mahu tersenyum. Apakah ketika orang lain berbuat dosa dan tidur dengan perasaan takut, engkau merasa bahawa engkaulah pendosa itu?”
Dia berkata: “ Musuh sedang berada di sekelilingku. Mereka berteriak menakutiku. Bukanlah aku telah tertawan dan apakah musuhku tidak melihatku?”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Cacian mereka tidak ditujukan untuk menuntutmu jika kau tidak lebih mulia dan agung daripada mereka.”
Dia berkata: “Musim telah jelas tanda-tandanya tergambar padaku di pakaian dan lukisan, sedang diriku mempunyai kewajipan terhadap kekasihku namun tidak ada satu dirham pun di kedua tapak tanganku.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Bukankah kau masih hidup? Kau bukanlah termasuk orang yang tidak mempunyai kekasih.”
Dia berkata: “Malam-malamku berlalu dalam kepahitan.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Jika kau merasa pahit, semoga orang lain melihatmu sedang bersenandung. Lemparkan kedukaan jauh-jauh dan tetaplah bersenandung. Apakah dia akan melihatmu jika engkau bernyanyi dengan limpahan dirham atau kau merasa rugi jika engkau beryanyi dengan hati berseri-seri? Wahai sahabat, janganlah sampai kesedihan membuat mulutmu terdiam dan raut mukamu menampilkan kesedihan. Tersenyumlah..! sungguh bintang-bintang pun tersenyum dan kegelapan akan saling berbenturan. Oleh kerana itu, kita menyukai bintang-bintang.”
Dia berkata: “ Keceriaan tidaklah akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Ia datang ke dunia ini dan tetap akan pergi walau terpaksa.”
Aku berkata: “Tersenyumlah! Selagi hayat di kandung badan, selama engkau masih hidup. Sebab sudah terlalu lama engkau tidak tersenyum.”

Sesungguhnya kita sangat memerlukan kepada senyuman, wajah yang ceria, hati yang lapang, akhlak yang menawan, jiwa yang lembut dan keramahan:

“Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku (Muhammad) agar kalian bersikap tawaduk hingga tidak ada seorang pun yang berbuat zalim terhadap orang lain dan tidak ada seorang pun yang berlaku angkuh terhadap orang lain.(Al-Hadith)”

Renungan

Jangan bersedih; kerana anda telah melalui kesedihan itu kelmarin dan ia sama sekali tidak memberi sebarang manfaat pun. Ketika anak anda gagal dalam ujian dan anda bersedih kerananya, apakah kemudiannya dia akan lulus kerana kesedihan itu? Ketika bapa anda meninggal dunia dan anda bersedih, apakah kemudiannya dia akan hidup kembali? Ketika perniagaan anda mengalami kerugian dan kemudian anda bersedih, apakah kemudiannya kerugian itu akan berubah menjadi keuntungan?

Jangan bersedih; kerana kesedihan anda terhadap sesuatu musibah, akan menciptakan berbagai musibah lainnya. Ketika anda bersedih kerana kemiskinan atau kesengsaraan yang anda alami, bukankah kesedihan itu hanya akan menguntungkan dan menambah kesusahan anda? Ketika anda bersedih kerana cercaan musuh-musuh anda, pastilah kesedihan itu hanya akan menguntungkan dan menambahkan semangat mereka untuk menyerang anda. Atau, ketika anda mencemaskan terjadinya sesuatu yang tidak anda sukai, ia akan mudah terjadi kepada anda.

Jangan bersedih; kerana kesedihan anda itu akan membuatkan rumah yang luas, isteri yang cantik, harta yang melimpah, kedudukan yang tinggi dan anak-anak yang cerdas, semuanya tidak akan terasa manfaatnya sedikit pun.

Jangan bersedih; kerana kesedihan hanya akan membuatkan air yang segar terasa pahit, dan sekuntum bunga mawar yang indah kelihatan layu, kebun yang menghijau kelihatan seperti gurun pasir yang gersang, dan kehidupan dunia terasa bagai di penjara.

Jangan bersedih; kerana anda masih memiliki dua mata, dua telinga, dua ulas bibir, dua tangan dan dua kaki, lidah dan hati, kedamaian , keamanan dan kesihatan tubuh badan.

“Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan.” (Ar-Rahman: 13)

Jangan bersedih; kerana anda masih memiliki agama yang anda yakini kebenarannya, mempunyai rumah sebagai tempat tinggal, roti untuk dimakan, air untuk diminum, pakaian untuk dipakai, dan isteri yang anda cintai. Magapa anda harus bersedih?


Inspirasikan Hidup Anda Dengan Mutiara Kata,
Dapatkan Koleksi Mutiara Kata Terus Ke Telefon Bimbit,
3-5 Mutiara Kata/Hari Dengan Hanya Serendah RM0.30/Hari,
Eksklusif di
EvolusiSMS.com

Peningkatan Diri Anda Matlamat Kami
Mutiara kata adalah suatu keindahan bahasa yg dapat memberi pedoman kepada mereka yg menghayati.Keindahan kata-kata itu turut memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka yg menjiwai